Ming. Agu 9th, 2026

    Oleh Bung Syarif**

    Sahabat yang super, kali ini Carlie Papa Romeo (CPR) membahas tentang “Ar Ra`uf”. Dipahami Allah zat yang maha pengasih dan maha penyantun.  Setidaknya ada 3 makna yang dapat diambil dari asmaul husna ini yaitu:

    • Allah memiliki kasih sayang yang sangat lembut dan mendalam kepada hamba-Nya
    • Allah memberikan kebaikan, perlindungan dan pertolongan kepada makhluk-Nya
    • Kasih sayang Allah tetap tercurah meskipun manusia sering melakukan kesalahan dan membutuhkan ampunan.

    Dalam kontek Ar Ra`uf, Allah berfirman yang artinya; Dan Demikian pula kami menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas perbuatan kamu. Dan kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu.

    “Sesungguhnya Allah maha pengasih lagi maha penyanyang kepada manusia” (QS. Al Baqarah:143).

    “Sesunguhnya Allah telah menerima taubat nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar yang mengikuti nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah maha pengasih lagi maha penyanyang kepada mereka” (QS. At Taubah:117).

    Syahdan, sebagai seorang beriman sudah selayaknya kita mengembangkan akhlak mensyukuri Ar Ra`uf dengang hati, lisan dan perbuatan. Oleh karena itu cara terbaik dalam merefleksikan Ar Ra`uf adalah sebagai berikut;

    Pertama, mensyukuri Ar Ra `uf dihati dengan menyakini sepenuh hati bahwa Allah adalah zat maha welas asih (rasa kasih sayang, kepedulian dan empati yang mendalam kepada orang lain) terutama bagi mereka yang mengalami kesulitan atau penderitaan. Welas (kasih atau cinta)-nya Allah kepada keadaan hamba-hamba-Nya bersinergi dengan caurahan dan karunia-Nya, sehingga hamba-hamba-Nya memperoleh kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat kelak.

    Kedua, mensyukuri Ar Ra`uf dengan terus memunji-Nya seraya memperbanyaj ucapan alhamdulillahirabbil `alamin. Dengan memuji-Nya, semoga Allah terus menganugerahkan karunia-Nya kepada kita, bahkan keberkahannya tak disangka-sangka sebelumnya.

    Ketiga, mensyukuri Ar Ra`uf dengan tindakan nyata yaitu meneladani dan mengukuhkannya dalam kehidupan sehari-hari. Diantaranya menjadi pribadi yang memiliki empati, memiliki hati yang bisa merasakan terhadap keadaan dan kesulitasn sesamanya. Dan dibuktikan dengan peduli dengan turut meringankan beban dan kesulitan sesamanya sesuai kemampuannya. Kita mesti yakin bahwa menutupi kekurangan sesama, maka Allah akan menutupi kekurangan kita.

    Keempat, meneladani sifat Ar Ra`uf dengan menjadi pribadi yang lembut, penyanyang, peduli, suka menolong dan tidak menyakiti orang lain.

    ***Penulis adalah Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Direktur Forum Milenial Literasi Aceh, Direktur Aceh Research Institute, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Wali Santri Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB), Fasilitator Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) YaHijau-Unicef, Fasilitator Aksi Bergizi Flower Aceh-Unicef , ICMI Kota Banda Aceh, KAHMI Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, DPP ISAD Aceh  

    By fmla

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *