Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang super, kali ini Carlie Papa Romeo (CPR) membahas tentang “At Tawwab”. Dipahami secara umum bermakna Allah adalah maha penerima taubat. Allah membuka pintu dan menanti orang-orang beriman, menunggu orang-orang yang lupa diri, orang-orang yang masih jauh untuk segera kembali mendekat menuju kepada Allah bertaubat. At tawwab setidaknya mengandung dua makna yaitu:
- Yang maha menerima taubat. Allah selal meneria taubat hamba-Nya yang benar-benar menyesali dosanya, berhenti dari maksiat dan bertekad tidak mengulangi kesalahan
- Yang maha memberi kesempatan bertaubat. Allah bukan hanya menerima taubat, tetapi juga memberi kesempatan kepada hamba untuk kembali kepada-Nya. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur`an yang artinya; “ Sesunguhnya Allah maha penerima taubat lagi penyanyang” (QS. Al Baqarah: 160)
Dalam Islam, taubat merupakan jalan terbaik bagi orang-orang yang cerdas. Orang cerdas bukan orang yang tidak pernah berbuat salah, atau khilaf, tetapi ketika salah atau khilaf selalu segera bertaubat. Inilah jalan terbaik dan peluang terbesar bagi pendosa untuk kembali kejalan yang lurus dengan cara bertaubat.
Karena itulah sejatinya kita mengambil pelajaran dari pengalaman adanya pelanggaran yang dilakukan nenek monyang manusia, Nabi adam dan Siti Hawa. Allah berfirman yang artinya; “ kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Rabbnya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah maha penerima taubat lagi maha penyanyang” (QS. Al Baqarah: 37)
Oleh karena itu bila ada pelanggaran dan kelalaian, maka sebaiknya segera bertaubat dengan cara menyesali dan tidak mengulangi kesalahannya. “ Tidaklah menera mengetahui bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah maha penerima taubat lagi penyanyang” (QS. Al Taubah: 104).
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa (QS. Ali Imran: 133).
Syahdan, sebagai seorang beriman sudah selayaknya kita mengembang akhlak mensyukuri At tawwab dengan hati, lisan dan perbuatan. Oleh karena itu cara terbaik dalam merefleksikan At Tawwab adalah sebagai berikut:
Pertama, mensyukuri at Tawwab dihati dengan menyakini sepenuhnya bahwa Allah adalah zat yang maha penerima taubat, Allah menanti pertaubatan hamba-hamba-Nya, baik yang sudah dekat maupun yang masih jauh, baik yang sudah ingat maupun yang masih melupakan.
Kedua, mensyukuri at Tauwwab dengan lisan dengan senantiasa memuji Allah dengan memperbanyak ucapan alhamdulillahirabbil `alamin. Semoga Allah memelihara kita dari godaan setan dan hawa nafsu yang destruktif.
Ketiga, mensyukuri at Tawwab dengan prilaku konkret yaitu selalu ingat kepada Allah. Semoga dengan ingat kepada Allah, kita berusaha menunaikan perintan-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. Seandainya terlanjut melakukan kesalahan baik sengaja maupun tidak, maka segeralah betaubat, memohon ampunan pada Allah swt.
*****Penulis adalah Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Direktur Forum Milenial Literasi Aceh, Direktur Aceh Research Institute, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Wali Santri Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB), Fasilitator Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) YaHijau-Unicef, Fasilitator Aksi Bergizi Flower Aceh-Unicef , ICMI Kota Banda Aceh, KAHMI Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, DPP ISAD Aceh
