Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Allah SWT menciptakan manusia dengan penuh kemuliaan sebagai laki-laki dan perempuan, masing-masing dengan keunikan, tanggung jawab, dan perannya yang saling melengkapi. Fitrah itu adalah anugerah yang harus dijaga, bukan diubah.
Anak-anakku, dunia yang kalian hadapi hari ini berbeda dengan dunia yang ayah dan ibu alami dahulu. Melalui media sosial, film, permainan, dan berbagai platform digital, kalian akan menemukan banyak pandangan tentang kehidupan, termasuk mengenai seksualitas dan identitas diri. Tidak semua yang populer adalah benar, dan tidak semua yang ramai diikuti manusia sesuai dengan petunjuk Allah.
Islam mengajarkan agar kita menjaga kehormatan diri (hifz al-‘ird) dan menjaga keturunan (hifz al-nasl) sebagai bagian dari tujuan utama syariat. Karena itu, setiap perilaku seksual yang menyimpang dari fitrah yang Allah tetapkan bukanlah sesuatu yang patut dirayakan, melainkan sesuatu yang perlu dihindari. Bukan karena Islam mengajarkan kebencian kepada seseorang, tetapi karena Islam menghendaki keselamatan manusia, baik secara spiritual, moral, maupun sosial.
Jika suatu saat kalian merasa bingung, gelisah, atau memiliki pertanyaan tentang diri sendiri, jangan mencari jawaban dari ruang-ruang digital yang belum tentu memberikan tuntunan yang benar. Datanglah kepada ayah dan ibu. Bicaralah dengan guru, ustaz, atau orang-orang saleh yang menyayangi kalian. Tidak ada masalah yang terlalu berat untuk dibicarakan bersama keluarga.
Jagalah pergaulan. Pilih sahabat yang mengajak kepada kebaikan. Isi hati dengan Al-Qur’an, ilmu, olahraga, dan aktivitas yang membangun. Jiwa yang dekat dengan Allah akan lebih kuat menghadapi godaan zaman daripada jiwa yang dibiarkan kosong.
Ingatlah, setiap manusia memiliki ujian yang berbeda. Ada yang diuji dengan harta, ada yang diuji dengan kekuasaan, dan ada pula yang diuji dengan dorongan hawa nafsu. Kemuliaan seorang mukmin bukan terletak pada tidak adanya ujian, tetapi pada kesungguhannya menjaga diri agar tetap berada di jalan yang diridhai Allah.
Ayah dan ibu akan selalu mencintai kalian. Apa pun kegelisahan yang kalian rasakan, pulanglah. Rumah ini bukan tempat untuk menghakimi, tetapi tempat untuk saling mendengar, membimbing dan menguatkan dengan kasih sayang serta petunjuk agama.
Fitrah adalah amanah dari Allah yang harus dijaga sepanjang hayat. Ketika kita memelihara kehormatan diri, mengendalikan hawa nafsu, dan tetap teguh di atas petunjuk-Nya, kita sedang menjaga masa depan, kemuliaan keluarga dan berharap kembali kepada Allah dengan hati yang bersih serta kehidupan yang diridhai-Nya.
***Penulis adalah Guru Besar Ekonomi Syari`ah UIN Ar-Raniry, Pakar Ekonomi Islam Aceh-Sumatera, Wakil Rektor UIN Ar-Raniry

