Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang super, kali ini Carlie Papa Romeo (CPR) mengupas tuntas tentang “Al Hamid”. Dipahami Allaha adalah zat yang maha terpuji. Baik terpuji sifat-Nya, maupun terpuji perbuatan-
Makna al hamid mencakup tiga hal yaitu;
Pertama; Allah maha terpuji dalam seluruh sifat, nama, perbuatan dan ketetapan-Nya
Kedua; Segala pujian yang sempurna hakikatnya hanya milik Allah
Ketiga; Allah layak dipuji dalam segala keadaan, baik saat memberikan nikmat maupun saat menetapkan ujian, karena semua mengandung hikmah.
Firman Allah yang artinya; “Dan Dialah Allah yang maha kaya lagi maha terpuji” (Qs. Ibrahim;8)
“Segala pujian bagi Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang ada di bumi dan bagi-Nya pula segala puji di akhirat. Dan Dialah lah yang maha bijakasana lagi mengetahui (Qs. Al Saba;1)
“Hai manusia, kamulah yang butuh (tergantung) kepada Allah. Dan Dia (Allah)-lah yang maha kaya (tidak memerlukan sesuatu yang maha terpuji” (Qs. Fathir;15)
“Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan baik dan ditunjukio (pula) kepada jalan (Allah) yang maha terpuji” (Qs. Al Haj;; 24)
“Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah maha kaya lagi maha terpuji” (Qs. Luqman; 12)
“Sesungguhnya Allah maha terpuji lagi maha mulia” (Qs. Hud; 73)
Karena itulah, cara terbaik dalam merefleksikan spirit al hamid adalah sebagai berikut;
Pertama; bersyukur di hati dengan dengan menyakini sepenuh hati bahwa Allah maha terpuji. Puji-pujian yang dialamatkan kepada makhluk apakah itu manusia, malaikat alam sekitar atau segala sesuatu benda sejatinya berpulang pada Allah zat pencipta.
Kedua; mensyukuri al hamid dilisan dengan memperbanyak lafadz alhamdulillahirabbil `alamin, semoga Allah menganugerahi kelebihan kepada kita baik fisik, harta benda, akal pikiran maupun alklakuk karimah
Ketiga; mensyukuri al hamid dengan tindakan nyata yaitu meneladani dan mengukuhkannya dalam kehidupan sehari-hari diantaranya menjadi seseorang yang berakhla mulia dan terpuji
Keempat; membiasakan diri memuji dan bersyukur pada Allah, menjaga akhlak yang baik sehingga menjadi pribadi yang terpuji, menghargai dan mengakui kebaikan orang lain tanpa mengurangi ketulusan.
**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketua DPD BKPRMI Banda Aceh, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Fasilitator Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) YaHijau-Unicef, Fasilitator Aksi Bergizi Flower Aceh-Unicef
