Thu. Jun 4th, 2026

Oleh Bung Syarif**

Sahabat yang super, kali ini Carlie Papa Romeo (CPR) membahas tentang “Al Qawiyyu”. Dipahami Allah yang maha kuat atau maha perkasa. Al Qawiyyu ini setidaknya mengandung makna antara lain; pertama, kekuatan Allah yang sempurna dan tidak terbatas, kedua, Allah tidak pernah lemah, letih atau membutuhkan bantuan siapapun, ketiga, seluruh kekuatan makhluk berasal dari Allah dan berada dibawah kekuasaan-Nya, keempat, Allah mampu mewujudkan segala kehendak-Nya tanpa ada yang dapat menghalangi.

Allah berfirman;

“Sesunggugnya Alla Dialah maha pemberi rezeki yang mempunyai kekuaran yang sangat kokoh (Qs. Adz Dzariat;58)

Allah maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada yang dikehendaki-Nya dan Dialah yang maha kuat lagi maha perkasa (Qs. Al Syua`ra;19)

Dan Allah maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada yang dikehendaki-Nya dan Dialah yang maha kuat lagi maha perkasa (Qs. Al Syu`ara; 19).

Secara ideal  Islam menghendaki ummatnya tanpil menjadi umat yang kuat dan tidak menginginkan umatnya lemah. Kekuatan yang harus diusahakan dan dimiliki oleh umat Islam adalah kekuatan dalam bidang keimanan, kekuatan dalam bidang ilmu pengetahuan, sains dan teknologi dan kekuatan dalam bidang fisik dan jasmani.

Dengan iman yang kuat, ilmu yang kuat. Fisik yang kuat akan mempengaruhi terwujudnya kekuatan dalam sektor yang lainnya seperti kekuatan ekonomi, politik, sosbud, persatuan dan kesatuan, pendidikan, pertahanan dan keamanan serta sektor-sektor yang lainnya.

Sebaliknya ketika iman, ilmu dan fisiknya lemah maka akan berpengaruh pada kelemahan diseluruh sektor kehidupan. Konsekuensinya kemudian akan menjadi umat yang terjajah oleh bangsa atau umat yang lebih kuat. Karenanya kita senatiasa bermunajad pada Allah agar kita memiliki spirit al qawiyyu, agar menjadi orang yang kuat atau umat yang kuat.

Dengan keuatan Allah, menghidupkan dan mematikan seluruh makhluk-Nya yang berjiwa; Allah menguasai segala yang ada, Allah melindungi hamba-hamba-Nya, Allah mencurahkan rezeki untuk semua makhluk-Nya, Allah mengabulkan semua permohonan yang disampaikan pada-Nya, tentunya dengan syarat dan ketentuan yang Allah tentukan.

Karena itulah, cara merefleksikan spirit al qawiyyu adalah sebagai berikut:

Pertama; bersyukur dihati dengan menyakini bahwa Allah adalah zat yang maha kuat, maha perkasa yang dengan kekuatan-Nya menanggung dan memenuhi seluruh kebutuhan kita dan hamba-hamba yang dikehendaki-Nya

Kedua; bersyukur dengan lisan dengan terus memuji Allah dengan memperbanyak lafadz alhamdulillahirabbil `alamin. Dengan harapan dianugerahi kekuatan ilmu pengetahuan, teknologi sehingga mampu menegakkan peradaban yang tinggi dan terus bermunajad pada Allah agar diberi kekuatan fisik yang sehat agar mempu beribadah dengan sempurna.

Ketiga; bersyukur dengan tidakan nyata diantaranya belajar dengan rajin (pertdalam ilmu agama dan ilmu humaniora dan saintek), gemar berolahraga demi menjaga kebugaran, gemar bekerja dengan cara halal agar memiliki kekuatan ekonomi.

Keempat; bersandar dan bertawakal kepada Allah dalam menghadapi musibah dan kesulitan, menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk menolong sesama dan untuk kemaslahatan umat serta yakin pertolongan Allah lebih kuat diatas pertolongan hamba. Jangan bergantung pada manusia. Kasih manusia sering bertepi, sayang Tuhan janji-Nya pasti.

**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketua DPD BKPRMI Banda Aceh, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Fasilitator Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) YaHijau-Unicef, Fasilitator Aksi Bergizi Flower Aceh-Unicef

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *