Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang super, kali ini Carlie Papa Romeo (CPR) kembali membahas tentang “Al Wakil”. Dipahami Allah adalah zat yang maha mewakili, maha membantu, maha memelihara, melindungi, dan menanggung dan memenuhi seluruh kebutuhan makhluk dan hamba-hamba-Nya. Dalam term yang lain al wakil juga bermakna, pertama; Allah mengurus seluruh urusan makhluk-Nya dengan sempurna. Kedua; Allah tempat bersandar dan bertawakal dalam setiap keadaan. Ketiga; Allah menjaga, mencukupi dan memberikan jalan keluar bagi hamba-Nya. Keempat; Tidak ada urusan yang terlalu besar atau terlalu kecil bagi Allah.
Allah berfirman; “ Dan cukuplah Allah sebagai wakil (pelindung dan pengatur urusan)” (Qs. Al Ahzab;3)
Yaitu orang-orang yang mentaati Allah dan Rasul yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan; “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab. Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung” (Qs. Ali Imran; 173)
Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan (kewajiban kami hanyalah) taat. Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi pelindung (Qs.An nisa`; 81)
Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi cukuplah Allah sebagai pemelihara. (Qs. An Nisa`; 132)
Wahai ahli kitab, janganlah kami melampaui batas dalam agamamu, , dan jaganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya al masih, isa putera Maryam itu adalah utusan Allah (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya dan janganlah kamu mengatakan; {Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu) Itu lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan yang maha esa, maha suci Allah dari mempunyai anak, segala yang dilangit dan di bumi adalah kepunyaa-Nya, cukuplah Allah menjadi pemelihara (Qs. An Nisa`;171)
Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadmu, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sejalah orang-orang mukmin itu harus bertawakkal (Qs. Al Maidahl 11)
Yang memiliki sifat-sifat yang demikian itu ialah Allah Tuhan kamu, tidak ada Tuhan selain Dia, pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia, dan Dia adalah pemelihara segala sesuatu (Al An`am; 102)
Maka boleh jadi kamu hendak meninggalkan sebahagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan sempit karenanya dadamu, karena kwatir bahwa mereka akan mengatakan; mengapa tidak diturnkan kepadanya perbendaharaan (kekayaan) atau datang bersama-sama dengan dia seorang malaikat? Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah pemelihara segala sesuatu (Qs, Hud;12)
Dia (Musa) berkata; “Itulah (perjanjian) antara aku dan kamu. Mana saja dari kedua waktu yang telah ditentukan itu aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan tambahan atas diriku (lag), Dan Allah adalah saksi apa yang kita ucapkan”. (Qs. Al Qashas;28)
Dan bertakwalah kepada Allah dan cukuplah Allah sebagai pemelihara (Qs.Al Ahzab;3)
Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah kamu hiaraukan gangguan mereka dan bertawakkallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung (Qs. Al Ahzab; 48)
Karena itulah cara merefeksikan spirit al wakil adalah sebagai berikut;
Pertama; bersyukur di hati dengan menyakini bawah Allah adalah menanggung dan memenuhi seluruh kebutuhan hamba-hamba-Nya, Allahlah yang menolong di saat kita memerlukan pertolongan. Allah yang mengabulkan permohonan kita, Allah yang memenuhi seluruh hajat kita, dan Allah tempat kembali seluruh kesadaran dan eksistensi kita semua
Kedua; bersyukur kepada Allah dengan memperbanyak ucapan alhamdulillahirabbil `alamin, agar kita istiqamah berserah diri pada Allah serta senantiasa memohon perlindungan pada-Nya.
Ketiga; bersyukur dengan perbuatan dengan tindakan nyata seperti menyerahkan diri sepenuhnya pada Allah, yakin bahwa seluruh alam semesta diciptakan dan digerakkan Allah sesuai sunnatullah.
Keempat; bertakwa kepada Allah setelah beriktiar secara maksimal, tidak mudah cemas karena kita yakin Allah mengatur segala urusan dengan hikmah-Nya, menjadi pribadi yang dapat dipercaya, meneladani sifat-sifat amanah dalam kehidupan sehari-hari.
**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketua DPD BKPRMI Banda Aceh, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Fasilitator Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) YaHijau-Unicef, Fasilitator Aksi Bergizi Flower Aceh-Unicef
