Tue. Jun 2nd, 2026

Oleh Bung Syarif**

Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) kali ini membahas tentang  “As Syahid”. Dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha menyaksikan apapun yang sudah terjadi, sedang terjadi dan yang akan terjadi. Allah senantiasa mengetahui seluruh perbuatan manusia, baik perbuatan itu terang-terangan maupun tersembunyi, baik perbuatan itu besar maupun kecil.

Makna as syahid mencakup, pertama; Allah menyaksikan segala sesuatu yang terjadi di alam semesta, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Kedua; Tidak ada ucapan, perbuatan, niat, atau pikiran yang luput dari pengawasan Allah. Ketiga; Allah menjadi saksi atas amal perbuatan seluruh makhluk dan akan memberikan balasan yang adil pada hari kiamat.

Allah berfirman yang artinya; Dan demikian lah kami telah menurunkan Al Qur`an yang merupakan ayat-ayat yang nyata, dan bahwa sanya Allah memberikan petunjuk kepada siapa yang dikehendaki. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shabi-in orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musrik, Allah akan memberi keputusan diantara mereka pada hari kiamat.

Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu, Apakah kamu tidak mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada dilangit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak diantara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barang siapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki (Qs. Hud; 16-18)

Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia maha kuasa atas tiap-tiap sesuatu. Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-Nya. Dan Dialah yang maha bijaksana lagi maha mengetahui. Katakanlah; “Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?’ katakanlah; “Allah”. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu.

Dan al-qur`an di diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai al-qur`an kepdanya. Apakah sesungguhnya kamu mengetahui bahwa ada tuhan-tuhan lian selain Allah? Katakanlah; “Aku tidak mengetahui” katakanlah; “Sesungguhnya Dia adalah Tuhan yang maha esa dan sesungguhnya Dialah Tuhan yang mahas esa dan sesungguhnya aku terlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (Qs. Al An`am; 17-19).

Apa saja yang nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari kesalahan dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi (Qs,  An Nisa`; 79).

Hikmah meneladani as syahid antara lain;

  • Selalu merasa diawasi Allah (muraqabah)
  • Menjaga kejujuran dan amanah dalam setiap keadaan
  • Berhati-hati dalam ucapan dan petbuatan, baik saat sendiri maupun dihadapan orang lain.
  • Menjadi saksi yang jujur dan adil dalam kehidupan bermasyarakat.

Oleh karena itu spirit terbaik dalam merefleksikan  as syahid adalah sebagai berikut;

Pertama; bersyukur dihati dengan menyakini bahwa Allah pasti menjadi saksi atas apapun yang kita inginkan, seluruh keinginan yang kita niatkan, kita ucapkan, kita perbuat hendaknya dalam kebaikan guna menggapai Ridha Allah.

Kedua; mensyukuri as syahid dengan memperbanyak ucapan alhamdulillahirabbil `alamin. Dengan terus memuji Allah, kita merasa selalu dalam pengawasan Allah. Dengan muraqabatullah kita berada dalam kebaikan saja.

Ketiga; merasa selalu diawasi Allah sehingga terdorong untuk berbuat baik dan menjauhi maksiat, baik sendiri maupun dihadapan orang lain

Keempat; menjaga kejujuran dan integritas, karena Allah mengetahui segala yang tersembunyi dai dalam hati dan setiap tindakan yang dilakukan

Kelima; bersikap adil dan objektif. Tidak memberikan kesaksian palsu serta berani membela kebenaran

Keenam; melakukan muhasabah (intropeksi diri) secara rutin, mengevaluasi ucapan, petbuatan, niat agar selalu berada di jalan yang diridhai Allah

Ketujuh; meningkatkan rasa tanggungjawab, karena setiap amal akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah di hari akhirat.

**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketua DPD BKPRMI Banda Aceh, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Fasilitator Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) YaHijau-Unicef, Fasilitator Aksi Bergizi Flower Aceh-Unicef

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *