Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang super, kali ini Carlie Papa Romeo (CPR) membahas tentang “Al Matin”. Dipahami sebagai Allah zat yang maha kokoh, maha teguh, atau maha kuat yang tidak pernah lemah. Para ulama juga memahami secara bergantian al qawiyyu dan al matin sebagai zat maha kuat, perkasa yang tidak didapati kelemahan pada-Nya, yang maha kuat dimana kekuatan-Nya tidak ada tandingan apapun dan oleh siapapun, yang keperkasaan-Nya tidak ada saingan sampai kapanpun juga.
Para ulama menjelaskan bahwa al qawiyyu lebih pada ketiadaan dari catat, kekurangan dan kelemahan sedikitpun pada Allah, baik pada zat. Sifat maupun pada perbuatan-Nya. Sementara al matin untuk menjelaskan bahwa kekuatan Allah itu maha dahsyat dan sangat sempurna. Dengan demikian al qawiyyu dan al matin bisa saling terjalin berkelindan satu sama lain, sebagaimana asmaul husna lainnya yang menunjukkan kesempurnaan Allah.
Setidaknya makna al matin mengandung pengertian sebagai berikut;
Pertama; kekuatan Allah sempurna dan tidak pernah berkurang. Kedua; Allah tidak pernah letih, lemah atau membutuhkan bantuan siapapun. Ketiga; Segala ketetapan dan janji Allah sangat teguh dan pasti terlaksana. Keempat; Hamba dianjurkan untuk bersandar dan bertawakal kepada Allah yang memiliki kekuatan yang kokoh.
Allah berfirman dalam al-qur`an yang artinya;
“Sesungguhnya Allah, Dialah maha pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh (Qs. Adz Dzariyat; 58)
Kedahsyatan kekuata Allah tidak ada yang bisa menolak dan menandingin-Nya. Ketentuan-Nya mengikat, sesuatu yang pasti dan tidak ada yang kuasa dari dari pada-Nya. Bila Allah menghendaki sesuatu terjadi pada makhluk-Nya, pasti terjadi dan tidak ada yang bisa menahannya. Bila Allah menghendaki kamu diangkat derajat, dimuliakan di lantik pada jabatan tertentu, pasti tidak ada yang bisa membendung-Nya. Maka dari itu jangan bersandar pada makhluk (manusia), tapi bersandarlah pada Allah. Jangan minta beking ini dan itu pada makhluk, jika Allah menghendaki maka jadilah ia.
Karena itulah, cara terbaik dalam merefleksikan spirit al matin adalah sebagai berikut;
Pertama; bersyukur di hati dengan meyakini bahwa Allah adalah zat yang maha kuat perkasa, yang keperkasaan-Nya sempurna. Oleh karena seluruh makhluk dan urusannya masing-masing juga dalam genggaman tangan dan jangkauan Allah.
Kedua; bersyukur dengan lisan dengan terus memuji Allah dengan lafadz alhamdulillahirabbi`alamin. Dengan sering memuji Allah kita berharap dianugerai kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi, sehingga mampu menegakkan peradaban yang mulia di dunia. Dengan sering memuji Allah, kita berharap diberi kekuatan fisik jasmani yang prima sehingga mampu mengemban amanah sebagai khalifah di muka bumi ini, menjalankan amanah tersebut dengan baik, benar, akuntabel dan profesional.
Ketiga; bersyukur dengan langkah konkret dan perbuatannyata seperti terus berdoa, belajar dan memperkuat diri baik dari aspek fisik jasmani, akal pikiran maupun hati spritualitasnya, memohon pertolongan Allah dalam setiap kesulitan.
Keempat; tetap teguh dalam iman dan kebenaran, tidak mudah putus asa saat menghadapi ujian, menyadari bahwa kekuatan manusia terbatas, sedangkan kekuatan Allah tidak terbatas.
**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketua DPD BKPRMI Banda Aceh, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Fasilitator Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) YaHijau-Unicef, Fasilitator Aksi Bergizi Flower Aceh-Unicef
