Oleh Bung Syarif**
Dengarkan kisah aduhai
Dendang kebersamaan Punggawa Dayah Kota Banda Aceh dalam giat kenegaraan-nya
Bergerak serentak dan seirama mesti menyala
Inilah leksikon punggawa dayah sejak tahun awal pembentukannya (2016)
Dengarkan kisah aduhai
Dendang kebersamaan Punggawa Dayah Kota Banda Aceh dalam giat kenegaraan-nya
Hidup ini mesti semangat dan menayala
Jangan cemberut apalagi petentang gaya dan jabatan-nya
Lepah cok pulang, lepak jak riwang kata orang tua
Jangan mentang ada kekuasaan suka menindas kebawah baik lisan maupun perbuatan
Dengarkan kisah aduhai
Dendang kebersamaan Punggawa Dayah Kota Banda Aceh dalam giat kenegaraan-nya
Jangan merasa kuat jika belum ada lawan yang sepadan
Jangan merasa di atas awan jika bawahan tidak melawan
Balon jika kelebihan angin akan meledak
Manusia jika hilang kesabaran, maka akan melawan
Meunyo hanleh kelon, leh kekah kata petuah orang tua
Yang pasti taloe han ditem, aneuk Aceh rata-rata pejuang…, tetap semangat. Takbir
***Goresan Pena Aktivis`98, Alumni Lemhannas Pemuda Angkatan I, Direktur Aceh Research Institute (ARI), Mantan Ketum DPD Jaringan Nusantara Aceh, Mantan Ketum Remaja Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Mantan Sekjen DPP ISKADA Aceh, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Aktivis LBH Darul Misbah, Mantan Wakil Ketua DPD KNPI Kota Banda Aceh, Mantan Sekjen Presidium IKAHES FSH UIN Ar-Raniry, Presidium IKAHES FSH UIN Ar-Raniry, KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, DPP ISAD Aceh, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh
