Banda Aceh-Ketua DPW Syarikat Islam Aceh memberikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh atas langkahnya merespon keinginan masyarakat Aceh agar pawai takbir keliling Idul Fitri 1445 H tetap dilaksanakan. Sebelumnya sempat mencuat di berbagai media online agenda tahunan ini dibatalkan mengingat agenda nasional perhelatan PON, Pilkada, serta perbaikan jalan oleh dinas teknis, ungkap Zahrol Fajri Kadis Syariat Islam Aceh.
Berbagai reaksipun muncul yang pada akhirnya Pemerintah Aceh melalui Kepala Dinas Syariat Islam merespon desakan Ormas Islam dan Tokoh Masyarakat, sehigga pembatalan pawai takbir tidak jadi dan tetap dilaksanakan dengan meriah seperti tahun-tahun sebelumnya, ungkap Zahrol Fajri.
Adapun Ormas Islam yang mengkritik tindakan tersebut antara lain; DPP ISKADA Aceh, DPW Syarikat Islam Aceh, DPW Pemuda Mulim Indonesia Wilayah Aceh, Dr. Jamaluddin Thaib, MA Pimpinan Dayah Darul Fityan serta Anggota DPD RI, Sudirman (Haji Uma). Zulmahdi Hasan, S.Ag, M.H menilai sangat tidak relevan peniadaan Pawai Takbir Idul Fitri, karna ini bagian dari Syiar Islam, apalagi Aceh memiliki lexspesialis “UU No.11 Tahun 2006”. Langkah peniadaan Pawai Takbir dinilai keliru, karna ini sudah menjadi ruhnya Idul Futri, ungkap Zulmahdi Hasan. Alhamdulillah upaya kita menolak kebijakan tersebut direspon oleh Pemerintah Aceh, karnanya patut kita beri apresiasi yang dalam. Jangan cuma omon-omon doang Implementasi Syariat Islam jika syiar Islam tidak dilaksanakan demi menyambut Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan berlangsung di Aceh bulan oktober 2024 (red)
