Sen. Jul 27th, 2026

    Oleh Bung Syarif**

    Sahabat yang surper, Carlie Papa Romeo (CPR) kali ini membahas tentang “Al Barru”. Secara umum dipahami Allah maha baik, maha dermawan, Allah maha tahu keperluan kita dan kadarnya. Allah berfirman yang artinya: ‘Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitungkan nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghilangkannya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)” (QS. Ibrahim: 34)

     Makna yang dapat dipahami dari al barru antara lain:

    • Maha baik, Allah memiliki kebaikan yang sempurna
    • Maha dermawan, Allah senantiasa melimpahkan nikmat, rahmat da karunia kepada seluruh makhluk-Nya
    • Maha berbuat kebajikan, Allah selalu memberi mamfaat, kasih sayang dan pertolongan kepada hamba-hamba-Nya, terutama kepada orang-orang yang beriman dan taat.

    Dalilnya terdapat dalam Al Qur`an surah at-tur yang artinya; “Sesunguhnya Dialah yang maha melimpahkan kebaikan lagi maha penyayang” (QS. At-Tur: 28).

    Pelajaran yang dapat diambil;

    • Menyakini bahwa semua kebaikan berasal dari Allah
    • Meneladani sifat al birr dengan  berbuat baik kepada orang tua, keluarga, tetangga dan sesama
    • Memperbanyak syukur atas nikmat Allah yang tidak terhitung jumlahnya

    Syahdan, bahagia itu dapat dirasakan saat memberi atau bisa berbagi sesama. Disinilah sejatinya hidup.  Mengapa hidup itu memberi?  Karena diantaranya dengan memberi justru kita akan menerima lebih banyak.  Menurut ajaran Islam dengan memberi baik yang wajib maupun yang sunnah, justru akan menambah keberkahan berupa melimpahnya rezeki dan kebahagiaan yang dirasakan. Begitulah dalam banyak ayat Allah menjelaskan dalam Al-Qur`an dan Hadits nabi.

    Diantaranya Allah menjanjikan. Jika kita senang bersedekah maka Allah pasti menggantikan dengan jumlah minimal 10 kali lipat  seperti yang termaktub dalam Al Qur`an Surah Al An`am ayat 160 yang artinya; “Barang siapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) 10 kali lipat amalnya, dan barang siapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)”.  Atau bahkan diganti dengan 700 kali lipat seperti yang tertera dalam al-qur`an Surah Al Baqarah: 261 yang artinya:

    “Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas karunia-Nya lagi mengetahui.

    Dengan memberi semangat kepada sesama kita justru akan menyemangati diri kita sendiri lebih dari apa yang kita berikan kepada sesama, bahkan tidak disangka-sangka sebelumnya.

    Syahdan, sebagai seorang beriman sudah selayaknya kita mengembangkan akhlak mensyukuri Al Barru baik dengan hati, lisan dan perbuatan. Oleh karena itu cara terbaik dalam merefleksikan al barru adalah sebagai berikut;

    Pertama, mensyukuri al barru dengan menyakini sepenuh hati bahwa Allah adalah zat yang maha dermawan, maha pemurah yang senantiasa mencurahkan rezekinya kepada semua makhluk-Nya, terlebih lagi kepada  hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal shaleh.

    Kedua, mensyukuri al barru dengan memperbanyak ucapan alhamdulilahirabil `alamin. Semoga Allah senantiasa merahmati dan menganugerahi kepada kita sifat kedermawanan dan saling menolong sesama insan

    Ketiga, mensyukuri al barru dengan perbuatannyata yakni berusaha meneladani dan mengukuhkan nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari seperti menjadi pribadi yang gemar  bersedekah, menjadi pribadi yang gemar berbuat baik sesama, memberi inspirasi kebaikan dimana saja berada dan dalam kondisi apapun tetap menebar kebajikan.

    **Penulis adalah Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Direktur Forum Milenial Literasi Aceh, Direktur Aceh Research Institute, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Wali Santri Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB), Fasilitator Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) YaHijau-Unicef, Fasilitator Aksi Bergizi Flower Aceh-Unicef , ICMI Kota Banda Aceh, KAHMI Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, DPP ISAD Aceh  

    By fmla

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *