Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang super, kali ini Carlie Papa Romeo (CPR) membahas tentang “Al Bathin”. Dipahami Allah adalah zat yang maha tersembunyi, maha menyembunyikan segala yang dikehendaki-Nya. Allah maha bathin, Allah yang tersembunyi sehigga Allah maha dekat dengan hamba-hamba-Nya.
Firman Allah dalam Al-Qur`an yang artinya;”Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu (QS. Al Hadid:3). Makna Al Bathin meliputi antara lain:
- Allah tidak dapat dilihat oleh mata manusia di dunia, tetapi keberadaan dan kekuasaan-Nya nyata melalui ciptaan-Nya
- Allah mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi, termasuk isi hati, dan rahasia yang tidak diketahui siapapun
- Meski tersembunyi dari penglihatan, Allah sangat dekat dengan hamba-Nya dan mengetahui segala keadaan mereka.
Nama Al Bathin sering disebut Al Zahir dalam Al Qur`an; “Dialah yang awal dan yang akhir, yang zhahir dan yang bathin. Dan Dia maha mengetahui segala sesuatu” (QS. Al Hadid: 3).
Hikmah mengimani al bathin antara lain:
- Menyadari bahwa Allah mengetahui niat dan isi hati kita
- Ikhlas dalam beribadah karena tidak ada yang tersembunyi dari Allah
- Menyakini bahwa Allah selalu dekat dan mengetahui stiap kesulitan serta doa hamba-Nya.
Jadi al bathin bukan berarti Allah berada di dalam makhluk atau menyatu dengan alam, melainkan menunjjukkan bahwa Allah maha tinggi, tidak dapat dijangkau oleh indra dan maha mengetahui segala yang tersembunyi.
Syahdan, sebagai seorang yang beriman sudah selayaknya kita mengembangkan akhlak mensyukuri al bathin dengan hati, lisan dan perbuatan. Oleh karena itu cara terbaik dalam merefleksikan Al Bathin adalah sebagai berikut:
Pertama, mensyukuri al bathin di hati dengan menyakini bahwa Allah adalah zat yang maha tersembunyi, tak tertangkap dengan mata fisik manusia, meski sangat dekat dengan hamba-hamba-Nya. Tetapi kebersamaan dengan Allah bisa dirasakan dan ditangkap oleh mata batin kita.
Kedua, mensyukuri al bathin secara lisan dengan mengucapkan alhamdulillahirabbil `alamin dan memuji dengan asma-Nya. Dengan memuji al bathin semoga kita dianugerahi iradah dan inayah untuk merasakan kedekatan dengan Allah. Karena dekat dengan Allah, maka segala urusan diniawiyah dimudahkan oleh Allah.
Ketiga, mensyukuri al bathin dengan perbuatan nyata, diantaranya senantiasa merasa bersama Allah. Karena kebersamaan ini maka Allah akan senantiasa mencurahkan rahmad kepada hamba-Nya yang bersyukur.
**Penulis adalah Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Direktur Forum Milenial Literasi Aceh, Direktur Aceh Research Institute, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Wali Santri Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB), Fasilitator Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) YaHijau-Unicef, Fasilitator Aksi Bergizi Flower Aceh-Unicef , ICMI Kota Banda Aceh, KAHMI Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, DPP ISAD Aceh

