Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) kali ini membahas tentang “Al Mu`akkhir”. Dipahami Allah sebagai zat yang maha mengakhirkan apa dan siapa yang dikehendaki-Nya, ini tentu merupakan respon atas keteledoran manusia yang telah menempatkan Allah di akhir kehidupannya. Al mu`akkhir juga memiliki makna antara lain:
- Allah mengakhirkan sesuatu sesuai dengan hikmah-Nya, baik rezeki, kemenangan, hukuman, maupun suatu peristiwa
- Allah menempatkan seseorang atau sesuatu di posisi belakang sesuai keadilan dan kebijaksanaan-Nya
- Tidak ada sesuatu yang dapat dipercepat atau ditunda kecuali dengan kehendak-Nya.
Nama ini sering dipahami berpasangan dengan Al Muqaddim yaitu Allah yang mendahulukan siapa atau apa yang Dia kehendaki, sedangkan Al Mu`akkhir mengakhirkan siapa tau apa yang Dia kehendaki.
Doa yang berkaitan dengan nama ini : “Allahumma anta al muqaddim wa anta al muakkhir, lai ilaha illa anta”; Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Mengakhirkan. Tidak ada tuhan selain Engkau
“Allah mengingatkan dalam firman-Nya, yang artinya; Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesunguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa Kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik” (QS. Al Hasyr;18-19).
Syahdan, mengakhirkan Allah berfirman yang artinya; “tiap-tiap umat mempunyai batas waktu, maka apabila telah datang waktunya, mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat pula memajukannya” (QS. Al A`raf;34)
Ayat lain berfirman yang artinya; “Sesunguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui” (QS. Nuh; 4)
Karena itulah cara terbaik dalam merefleksikan Al Mu`akkhir adalah sebagai berikut:
Pertama, mensyukuri al mu`akkhir di hati dengan menyakini bahwa Allah disamping mendahulukan hamba-hamba-Nya yang mendahulukan Allah dalam kehidupannya, Allah juga mengakhirkan sesiapapun yang mengakhirkan-Nya dalam kehidupan.
Kedua, mensyukuri al mu`akkhir secara lisan dengan mengucapkan alhamdulillahirabbil `alamin dan memuji dengan Asma-Nya. Dengan memuji al mu`akkhir semoga kita tidak diakhirkan, apalagi dilupakan Allah.
Ketiga, mensyukuru al mu `akkhir dengan perbuatan nyata diantaranya dengan mengakhirkan segala yang dapat menghalagi kita dari mengingat Allah. Dengan mengakhirkan segala hal (harta, tahta, wanita/pria/keluarga) yang dapat menghalangi diri mengingat Allah, maka kita dapat mendahulukan, memperioritaskan, menomorsatukan Allah dalam kehidupan kita.
**Penulis adalah Plh Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah, Magister Hukum Tata Negara USK, Direktur Forum Milenial Literasi Aceh, Direktur Aceh Research Institute, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin.
