Thu. May 21st, 2026

Oleh Bung Syarif**

Sahabat yang super, kali ini Carlie Papa Romeo (CPR) membahas tentang “Al Hasib”. Dipahami sebagai Allah adalah zat yang mengawasi dengan cermat, Allah maha cepat perhitungannya atas apapun, termasuk atas amalan hamba-hamba-Nya. Bermakna juga Allah yang maha menghitung atau yang maha mencukupi. Dalam kontek ini ada tiga makna yang dapat diambil kesimpulan yaitu;

Pertama; Allah maha menghitung (yang menghisab). Allah maha menghitung semua amal manusia, baik yang kecil maupun yang besar, lahir maupun batin. Tidak ada satupun yang terlewati.

Kedua; Allah maha mencukupi, Allah adalah zat yang mencukupi segala kebutuhan manusia, siapa yang bersandar kepada-Nya, maka Allah cukup baginya.

Ketiga; Allah maha mengetahui perhitungan secara sempurna segala perhitungan baik tentang rezeki, amal maupun balasan di akhirat.

Allah berfirman yang artinya; Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin, kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandi memelihara harta), maka serahkanlah harta mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan janganlah kamu tergesa-gesa membelanjakannya sebelum mereka dewasa, barang siapa (diantara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri memakan harta anak yatim dan barang siapa yang miskin, maka bolehlah ia memakan hartaitu dengan patut. Kemudian apabila kamu  menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. “cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan (hasib) (Qs.An Nisa`;6).

Apabila kamu diberi penghormatan dengans sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu (Qs. An Nisa`;86,

Yaitu orang-orang  yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seseorangpun selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan (Qs. Al Ahzab;39).

Oleh karena itu, cara terbaik dalam merefleksikan spirit al hasib adalah sebagai berikut;

Pertama; menyakini sepenuh hati bahwa Allah maha cepat hisab-Nya, Allah segera membalas amal shalih hamba-hamba-Nya dengan ragam keberkahan dan kebahagiaan. Disamping itu Allah menunggu petaubatan hamba-hamba-Nya yang masih berkubang dalam kemaksiatan.

Kedua; mensyukuri al hasib dengan terus memuji Allah dengan memperbanyak lafadz alhamdulillahirabbil `alamin. Allah senantiasa mengawasi dan memperhitungkan kepentingandan kemaslahatan hamba-hamba-Nya.

Ketiga; mensyukuri al hasib dengan perbuatata nyata, diantaranya dengan senantiasa melakukan muhasabah, menghitung-hitung seberapa banyak kesalahan dan dosa yang selam ini telah kita lakukan, kapan mau bertaubat? Jangan menunggu dan menunda-nunda untuk bertaubat. Jangan  menunggu-nunggu melakukan kebaikan. Saatnya kita berbuat cerdas dan bertindak nyata. Perbanyaklah perbuatan baik dengan segera, jangan nunggu kaya dulu, jangan dulu ada jabatan dulu, jangan tunggu mapan dulu. Ingat menua itu pasti, mati itu pasti. Tinggal menunggu waktu, kapan kita tua dan kapan kita mati (meninggal).

**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketu DPD BKPRMI Banda Aceh

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *