Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) kali ini membahas tentang “Al Kabir”. Dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha besar. Kebesaran Allah diantarnya keberadaan-Nya ada dengan sendiri-Nya, tak bermula dan tak akan pernah berakhir. Segala yang ada ini adalah makhluk yang diciptakan-Nya, sehingga sejatinya Allahlah yang maha memiliki.
Karnanya Allah juga yang mengatur segalanya, menghidupkan dan mematikan serta Allah pula yang memberi rezeki. Sebagaimana firman Allah yang artinya;
Dan orang-orang yang berhijrah dijalan Allah, kemudian mereka dibunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberi kepada mereka rezeki yang baik (syurga). Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki. Sesungguhnya Allah akan memasukkan mereka kedalam suatu tempat (syurga) yang mereka menyukainya. Dan sesungguhnya Allah mengetahui lagi maha penyantun.
Demikianlah, dan barang siapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah ia derita kemudian ia dianiaya lagi, pasti Allah akan menolongnya. Sesungguhnya Allah benar-benar maha pemaaf lagi maha pengampun. Yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah (kuasa) memasukkan malam kedalam siang dan memasukkan siang kedalam malam dan bahwasanya Allah maha mendengar lagi maha melihat (kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil dan sesungguhnya Allah dialah yang maha tinggi lagi maha besar (Qs. Al Hajj: 58-62)
Oleh karena itu cara terbaik dalam merefleksikan spirit Al Kabir adalah sebagai berikut:
Pertama; bersyukur dengan hati, kita menyakini sepenuh hati bahwa Allah zat yang maha besar yang kebesaran sejati-Nya tak terjangkau oleh pikiran, tak tertandingi oleh apapun dan siapapun, dimanapun dan kapanpun
Kedua; mensyukuri al kabir dengan terus memperbanyak lafadz alhamdulillahirrabbil `alamin, semoga Allah menganugerahi sebahagian kebesaran-Nya pada kita tanpa melahirrkan kesombongan padanya. Besarnya manusia bisa dikarenakan umurnya yang panjang, sehat badan, jernih pikiran, lurus hati untuk mengabdi pada-Nya
Ketiga; mensyukuri al kabir dengan tindakan nyata yaitu meneladani dan mengukuhkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan menjadi pribadi yang berjiwa besar, berakhlak mulia dalam kesehariaan.
Keempat; mensyukuri al kabir dengan cara tidak sombong kepada sesama manusia, selalu rendah hati karena sadar manusia lemah serta senantiasa mengangungkan Allah dalam ibadah dan kehidupan sehari-hari.
**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketua DPD BKPRMI Banda Aceh, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin
