Mon. Jul 22nd, 2024

Oleh Bung Syarif*

Heru Triwijanarko salah seorang birokrat muda yang energik, ramah, serta paling inten membangun relasi diluar pakem kepamongan. Saya sudah lama mengenalnya sejak mengabdi di Balai Kota yang kala itu beliau salah seorang pejabat di Bappeda Kota. Ia adalah sosok yang ramah dan suka ngopi dengan koleganya. Setelah beliau di mutasi sebagai Sekretaris Disdik Dayah Banda Aceh, kami sering wara-wiri ke dayah. Biasanya kami bertiga safari kedayah (Syarif-Saiful-Heru).

Pemuda yang mudah senyum ini saat  bertugas di Disdik Dayah, saya memanggilnya “kiyai muda”. Sebutan keakraban. Heru Triwijanarko, S. STP, M. Si, lahir di Banda Aceh pada Tanggal 4 Januari 1980. Anak ketiga dari tiga bersaudara Lulusan Angkatan X STPDN Tahun 2002.

Saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Kesbangpol Kota Banda Aceh. Lewat sentuhan dingin tangannya Kesbangpol semakin bersinar. Ia mampu menyatukan dan merekat sesama ASN. Berbagai giat memperekat kebhinekaan ia lakukan. Makan gulai bebek atawa meuramin, seringkali kami diikutkan. Kecintaannya pada setiap jabatan di Pemerintahan Kota, tak diragukan.  Karnanya ia akan memberikan yang terbaik pada tempat pengabdiannya.

Ia sosok birokrat muda yang komplek. Merangkul kawan adalah tradisinya, kami sering ngopi dan makan bareng. Saat kantongnya tebal biasanya ia undang kami untuk ngopi dan makan kebangsaan. Saya selalu berdoa agar karirnya semakin bersinar. Keyakinanku ia akan menjadi salah seorang birokrat yang disenangi banyak teman.

Saat menjadi Plt Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh dan Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Banda Aceh ia juga sering mengundang kami makan, baik di tepi kali, pohon siri dan beberapa warkop aduhai. Mantan Staf Ahli Walikota Banda Aceh ini, kini semakin bersinar. Dalam giat Jum`at dan Safari Sajadah Fajar ia selalu tampil elegan dengan baju jubah kebesaran.

Berbagai jabatan strategis di pemerintahan ia pegang sebut saja sebagai staf pejabat pembuat akta tanah pada Kantor Camat Ulee Kareng Kota Banda Aceh (2002-2004), selanjutnya hijrah sebagai Sekretaris Lurah Peulanggahan Kecamatan Kutaraja (2004-2005), Kasubbid Kerjasama Pembangunan pada Bappeda Kota Banda Aceh (2005-2008), Sekretaris Camat Meuraxa (2008-2010), Sekretaris Camat Baiturrahman (2010-2013), Sekretaris Camat Syiah Kuala(2013-2014), Sekretaris Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (2014-2015), Camat Meuraxa(2015-2016), Kepala Bagian Organisasi Setda Kota Banda Aceh (2016-2018) dan saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh (2018 s/d 2019), Staf Ahli Walikota Banda Aceh (2021), Plt Kasatpol PP dan WH, Plt Kepala Damkar Kota Banda Aceh, hingga akhirnya di percayakan sebagai Kepala Kesbangpol Kota Banda Aceh (2022 sd sekarang).

Satu yang saya suka walau kami beda dunia persilatan, dimana ia Alumni IPDN Jatinangor Kosentrasi Ilmu Pemerintahan dan saya Alumni Magister USK dengan Kosentrasi Hukum Tata Negara, hubungan kolegial birokratik tetap harmoni. Selama saya mengenalnya ia juga sosok insan yang religius, dimana suara azan disitu tanah airku. Saat giat kenegaraan dan terdengar suara azan, beliau pamit untuk memenuhi panggilan ilahi. Nampak aura wajahnya selalu ceria. Menjadi pejabat publik adalah pengabdian dan melayani, bukan untuk dilayani. Baginya mudahkan urusan yang dibumi karna yang dilangit akan memudahkan urusanmu. Sukses sobat, kudoakan kelak engkau jadi birokrat hebat di Kuta Raja. Takbir

*Penulis adalah Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Banda Aceh, Direktur Aceh Research Institute (ARI), Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Mantan Aktivis`98, Fungsionaris KAHMI Aceh

 

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *