Fri. Feb 23rd, 2024

Oleh Bung Syarif*

Dayah Madinatul Fata didirikan di Tahun 2001 oleh Tgk. Atasykuri (Abana). Dalam komplek tersebut berdiri Masjid Al Qurban sejak Tahun 1920 dan direnovasi pertama kali pada tanggal 14 Juli 1956. Abana adalah Santri sekaligus guru Dayah Ruhul Fata Selimum, Aceh Besar. Lewat sentuhan dinginnya dayah ini terus berkembang. Tradisi Santri senior jika ingin mendirikan dayah meminta izin pada gurunya yaitu Pimpinan Dayah Ruhul Fata, Tgk, H Muchtar Lutfi AW yang akrab disapa Abon. Tentunya niat mulia abana mendapat restu Abon yang akhirnya diberinama Madinatul Fata.

 
Lalu mendirikan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Tgk. Abdul Aziz Dayah Madinatul Fata pada tanggal 5 Agustus 2001.  Diawal berdirinya haya berdiri satu buah Balai Pengajian, Mushalla / Masjid tua, 4 buah Bilek / Kamar Santri dan 1 kamar mandi. Luas tanah pada saat pendirian pertama adalah ± 1472 M2. Setehaun kemudian diresmikanlah Yayasan Tgk. Abdul Aziz Dayah Madinatul Fata oleh Al Mukarram Tgk. H. Muchtar Luthfi atau yang lebih dikenal dengan Panggilan Abon,.

Dayah Madinatul Fata ini merupakan salah satu cabang dari Dayah Ruhul Fata Seulimum. Dengan bermodalkan keuangan pribadi dan bantuan dari masyarakat sekitar Dayah Madinatul Fata semakin hari semakin berkembang pesat, baik itu jumlah santri yang mondok, maupun dari segi pembangunan dan perluasan lahan. Pada tanggal 4 Januari 2002, Saudara Muhammad Djamil Ibrahim, Ph.D yang berdomisili di Jln. Borobudur No. 22 Menteng Jakarta Pusat, beliau mewaqafkan sepetak tanah kepada Dayah Madinatul Fata seluas ± 2400 M2 Tanah yang berada disebelah utara yayasan.

Kemudian Pada pada tanggal 31 Desember  2003 Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Bapak Drs. Anas M. Adam, M. Pd mengeluarkan sertifikat akreditasi dengan nilai Akreditas “C”, nomor sertifikat 421 / G.1 / 522 / 2003. Pada tahun 2003, Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh memberikan bantuan Fisik yakni Asrama santri sebanyak satu gedung 4 Bilek/Kamar santri.

Pada Tahun 2006, Dayah Madinatul Fata kembali  membeli tanah dengan luas ±2800 M2, semua tanah yang dibeli oleh Yayasan Tgk. Abdul Aziz, Dayah Madinatul Fata adalah berupa waqaf masyarakat sekitar sesuai kemampuan masing–masing, ada yang mampu menyumbang satu meter dan bahkan ada yang menyumbang puluhan meter, dengan total tanah waqaf pembelian masyarakat seluas  ±6700 M2

Pada Tahun 2008-2009 Disdik Dayah Aceh (dulu nomenklaturnya, Badan Pembinaan Pendidikan Dayah membantu bangunan bilik dan MCK santri. Yang kini bangunannya semakin megah dan menawan. Sejalan dengan kegigihan pimpinan dan dewan guru, santri dayahnya semakin berkembang yang pada akhirnya di Tahun 2019 dayah ini mekar menjadi dua yaitu khusus perempuan dengan nama Madinatul Fatayat. yang berlokasi diarea yang sama, hanya dibatasi dengan pagar beton yang kokoh. berdasarkan komunikasi kami dengan pimpinan dayah kala itu, sengaja duluan dibuat pagar beton pemisah agar tidak bercampur antara santri laki-laki dan santri perempuan. Dayah ini menjadi salah satu dayah salafiyah (tradisional) terbaik di Banda Aceh. Santrinya berasal dari Kab/Kota se-Aceh dan Malaysia. Dimana sebelum pandemi corona, santri malaysia berjumlah 25 orang. Dayah Madinatul Fata kini terakreditasi “A” dari Badan Akreditasi Dayah Aceh  (BADA) hasil penilaian Tahun 2021.

Berbagai prestasi diraih oleh santri dayah ini, walaupun dayahnya masih relatif muda, akan tetapi prestasinya telah mengharumkan nama Kota Banda Aceh. Sebut saja Juara I Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Se-Kota Banda Aceh dua periode sejak 2019-2020, Dayah Terbersih se-Aceh Tahun 2019, mengharumkan nama Kota Banda Aceh Juara 2 MQK II Tingkat Provinsi  Aceh Tahun 2021 yang merupakan salah satu ajang bergengsi antar santri dayah se-Aceh dalam baca dan mensyarah kitab thurats (kitab gundul).  Dayah ini terus berbenah, bagunannya tertata dengan apik. Berbagai sumber pendapatan dayah (kemandirian ekonomi dayah) dibentuk diantaranya; penggemukan sapi, mini market/swalayan, toko buku, toko kelontong, air isi ulang dan berbagai sumber usaha lainnya. Krue semangat, kami bangga atas kemajuan dayah yang semakin bersinar. selama mengabdi pada Disdik Dayah Banda Aceh sejak 2016 hingga sekarang kami sering wara-wiri kedayah tersebut dan berdiskusi dengan Tgk. Khairul, Tgk Putra serta Tgk senior lainnya. Mereka semua adalah insan yang luar biasa dan hebat, Sukses terus gure. Semoga suatu saat, gure orang merupakan kepercayaan pimpinan dayah akan menjadi insan yang hebat dan menjadi tokoh panutan di Kota Banda Aceh. Dari gesturnya siap menjalankan tradisi keilmuan, calon ulama masa depan. Takbir

*Penulis adalah Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Banda Aceh, Mantan Aktivis`98, Fungsionaris KAHMI Aceh, Alumni Lemhannas Pemuda Angkatan I, Dosen FSH UIN Ar-Raniry

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *