Fri. Jun 14th, 2024

Oleh Bung Syarif*

Zahrol Fajri, S.Ag. M.H  Putra Lam lhom Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Lahir 5 Agustus 1971, awal karirnya sebaai birokrat Pemerintah Kota Banda Aceh. Ia sosok yang energik. Lama menjadi ASN pada Bagian Istimewa Setda Kota Banda Aceh, hingga kemudian menjabat sebagai orag nomor wahid pada Bagian Kesra Setda Kota Banda Aceh.

Karirnya semakin melejit, hingga kemudian menjadi orang pertama memimpin Dinas Pendidikan Dayah (Disdik Dayah) Banda Aceh  (2016-2018). Pada Tahun 2019 melakukan lompatan karir mengikuti seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) dilingkungan Pemerintah Aceh yang akhirnya, Zahrol Fajri dilantik sebagai Kepala Biro Kesra Setda Aceh.

Alumni Fakultas Syariah UIN Ar-Raniry dan alumni magister Ilmu  Hukum USK, saat mudanya sangat aktif berorganisasi, sebut saja Pramuka, KONI hingga DPD KNPI Banda Aceh. Kepiawaiannya dalam membangun komunikasi membuat karirnya semakin melejit. Kami pernah sama-sama ikut kongres KNPI di Bogor serta studi Komperatif ke Malaysia,Singapura dan Brunai Darussalam, saat satu kabilah menjabat pengurus elit KNPI Banda Aceh. Didunia birokrat, saya pernah mendampingi beliau sebagai orang nomor wahid pada Disdik Dayah Banda Aceh sejak 2016-2018 sebelum beliau hijrah berkarir pada Pemerintah Aceh.

Tentu selaku bawahan yang sama-sama pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Syariah IAINĀ  yang kemudian berubah menjadi Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry, banyak belajar pada sosok Zahrol Fajri. Kamipun kala itu sering ngopi darat bersamanya dan yang sering diajak bersama adalah Marwan, SE,Ak, M,Si Kasubbag Keuangan, Program dan Pelaporan Disdik Dayah Banda Aceh Satu hal yang saya ingat, beliau sangat setia dan mempunyai perhatian khusus pada bawahan.

Ada banyak kesan istimewa kami dengan Zahrol Fajri, setiap beliau dinas luar, selalu ada oleh-oleh buat kami dan dipanggil khusus keruang kerjanya. Kamipun sering berdiskusi dan berdialektikan seputar kedinasan. Jika ada masalah kami selesaikan bersama. Awal menggerakkan Disdik Dayah Banda Aceh, kami berwara-wiri menjalin mitra sukses sebut saja Disdik Dayah Aceh kala itu dipimpin Kanda Bustami Usman, Kanmenag Banda Aceh, Dinas Pekerjaan Umum, Bappeda Banda Aceh serta gemar Jak Saweu Dayah.

Banyak hal kami bincangkan dalam dialektika keilmuan dan gemar berdiskusi. Seringkali dialektika itu kami bincangkan dalam mobil dan warung kopi. Beliau juga gemar memburu kuliner. Tiap Dinas Luar kami sering diikut sertakan. Apalagi bersentuhan dengan dialektika kenegaraan. Saya dan Pak Marwan adalah orang yang mendapat perhatian khusus beliau saat Zahrol Fajri memimpin Disdik Dayah Banda Aceh. Bahkan beberapa perjalanan Dinas beliau meminta bawahannya yang ikut termasuk terakhir kami bisa jalan-jalan ke Cirebon mengunjungi Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya dan beberapa Pondok Pesantren di Pulau Jawa.

Rakor Terpadu Pontren/Dayah di Padang dan Kota Sabang kami juga diikutkan bersamanya. Sementara Rakor Pemko di Takengon dan Medan, kami juga ikut lewat jalur darat dan beliau sopir utamanya. Sungguh luar biasa. Dimana ada makanan enak, beliau meminta berhenti. Habeuh beuhabeh, hansep tuleh. Ini yang saya suka gaya menjaga ritme dan memberikan vitamin segar buat bawahan. Hehe.

Beliau tipikal pejabat yang disiplin dan pekerja cepat. Jika ada kebijakan strategis didiskusikan sebelum mengambil sikap. Gaya kepemimpinan demokratis dilakoninya. Saya beruntung pernah bersama beliau selama hampir dua tahun.

Zahrol Fajri mendorong bawahannya untuk berpikir inovatif dan kreatif. Ia meninggalkan legecy program santri tahfidz yang kini terus berjalan di 6 dayah di Kota Banda Aceh.  Awalnya cuma tiga dayah dan sidarapun kami rancang saat beliau memimpin Disdik Dayah Banda Aceh.

Kedekatan beliau dengan Ulama Dayah se-Kota Banda Aceh tidak diragukan kala itu, bahkan dimasa kepemimpinannya melahirkan Perwal 43 Tahun 2017 tentang Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh, Draf Perwal tersebut kami bahas maraton pada Dayah Markaz Al Ishlah Al Aziziyah (MIAZ) dibawah pimpinan Tu Bulqaini. Krue semangat, semoga kelak beliau menjadi Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Besar. Bukan hal yang mustahil. Takbir

*Penulis adalah Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Banda Aceh sejak Tahun 2016 hingga sekarang, Mantan Aktivis`98, Fungsionaris KAHMI Aceh, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), Sekjen DPP ISKADA Aceh periode 2017-2021

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *