Fri. Feb 23rd, 2024

Cuaca ektrem yang melanda Banda Aceh dan Aceh Besar sejak Sabtu (28/5/2022) hingga sekarang yang diiringi angin kencang serta hujan badai, mengakibatkan banyak pohon yang tumbang serta atap rumah warga yang roboh dibawa angin. Bukan hanya itu berdasarkan monitoring Hemi Musa Kuta, SH Ketua Forum Muda Lemhannas Aceh (FMLA) disepanjang jalan tiang-tiang listrik tumbang, mobil yang dipakrkir di jalan ringsek diterpa pohon dan runtuhan benda-benda keras. Karnanya Helmi meminta warga agar waspada dan hati-hati dalam berpergian.

Disamping itu pula, Helmi meminta respon cepat dinas teknis seperti BPBD, DLHK3, Dinkes, DPKK, Dinas Sosial, Dinas PUPR, PLN agar benar-benar menjadi instansi yang gercep dalam mengatasi problem cuaca ekstrem. Dinas Sosial diminta gercep dalam menyalurkan bantuan masa panik, PLN gercep mengatasi kabel-kabel yang tertipa pohon dan bangunan, sehingga tidak melahirkan musibah baru “ledakan api”, DLHK3 gercep dalam membersihkan pohon-pohon yang tumbang, BPBD harus gercep dalam mengkoordinir dan mendata potensi kerugian warga serta melakukan langkah-langka taktis dan teknis, Dinkes gercep dalam penanganan korban yang menimpa warga, ungkap Cak Helmi yang juga advokat ini. Khusus Disdik Dayah Banda Aceh harus melakukan pendataan Dayah dan Balai Pengajian yang rusak atap dan roboh, karna menurut pantauan kami ada laporan Dayah dan Balai Pengajian yang atapnya roboh diterpa badai (*)

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *