Rab. Sep 9th, 2026

    BANDA ACEH – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh Said Fauzan, S.STP, MA melaksanakan kegiatan “Jak Saweu Ulama Dayah” sebagai bagian dari upaya memperkuat silaturahmi, komunikasi, serta sinergi antara Pemerintah Kota Banda Aceh dengan para ulama dan pimpinan dayah di Banda Aceh. (7/9/2026)

    Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mendengar langsung berbagai harapan, masukan, serta perkembangan pendidikan dayah. Selain mempererat hubungan kelembagaan, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan keislaman dan pembinaan generasi muda.

    Senin, 7 September 2026 Rombongan Punggawa Dayah Kota Banda Aceh yang dipimpin langsung Waled Fauzan sebutan familiar Plt Kadisdik Dayah Kota Banda Aceh dilingkungan guru dayah dalam kunjungan itu, menyampaikan bahwa ulama dan dayah memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda di Kota Banda Aceh. Dayah tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu agama, tetapi juga berperan dalam membangun akhlak, moral, kedisiplinan, dan kepedulian sosial masyarakat.

    “Jak Saweu Ulama Dayah merupakan bagian dari ikhtiar kita untuk terus membangun komunikasi dan kebersamaan. Pemerintah Kota Banda Aceh dalam hal ini diwakili Bapak Sekda Ir. Jalaluddin, ST, MT mengatakan Pemerintah Kota Banda Aceh membutuhkan masukan dari para ulama agar kebijakan pendidikan dayah benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

    Lebih lanjut Jaladuddin mengataka, sinergi antara pemerintah, ulama, pimpinan dayah, tenaga pendidik, dan masyarakat merupakan modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan di era modern. Turut hadir rombongan Pemko Banda Aceh unsur Pejabat Disdik Dayah Banda Aceh, Camat Ulee Kareng

    Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Banda aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh untuk terus mendukung pengembangan dayah, baik dari aspek peningkatan mutu pendidikan, sumber daya manusia, maupun penguatan sarana dan prasarana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Sementara itu, Abi Syukri Pango Pimpinan Dayah Raudhatul Hikmah Al Waliyah menyambut baik kegiatan tersebut. Silaturahmi secara langsung dinilai penting untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka sekaligus mencari solusi bersama terhadap berbagai persoalan yang dihadapi lembaga pendidikan dayah.

    Kegiatan Jak Saweu Ulama Dayah diharapkan tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan dalam memperkuat hubungan antara pemerintah dan dayah.

    Dengan komunikasi yang semakin intensif, diharapkan lahir berbagai program yang mampu memperkuat eksistensi dayah sebagai salah satu pilar pendidikan dan pembinaan generasi muda di Kota Banda Aceh. “Ulama adalah sumber ilmu dan keteladanan, sementara dayah merupakan benteng pendidikan umat. Karena itu, pemerintah dan dayah harus berjalan bersama untuk melahirkan generasi Aceh yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing,” pungkas Abi Syukri Pango yang juga Alumni Dayah Darussalam Al Waliyah, Labuhan Haji, Aceh Selatan. (Red)

    By fmla

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *