Wed. May 20th, 2026

Oleh Bung Syarif**

Sahabat yang super, kali ini Carlie Papa Romeo (CPR) kembali membahas tentang Al Muqit. Dipahami Allah adalah zat yang maha mampu, yang memiliki kudrah mampu memciptakan, melindungi, memelihara dan memenuhi kebutuhan semua makhluk-Nya.

Para ulama menyebutkan beberapa makna al muqit diantaranya;

Pertama; sebagai al muqtadir. Allah adalah zat yang maha mampu, yang memiliki kudrah mampu memciptakan, melindungi, memelihara dan memenuhi kebutuhan semua makhluk-Nya.

Kedua; al muqit dipahami Allah adalah zat yang maha menjaga dan memelihara yakni yang memberi penjagaan terhadap segala sesuata sesuai dengan kebutuhannya.

Ketiga; al muqit dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha menyaksikan, sebagai as syahid. Allah juga melihat apapun yang ada pada makhluk-Nya.

Keempat; al muqit diartikan bahwa Allah adalah zat yang maha mencukupi. Allahlah yang menyediakan segala kebutuhan makhluk-makhluk-Nya.

Kelima; al muqit dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha mengawasi. Allah senantiasa menyaksikan segala yang terjadi dan dilakukan oleh makhluk-Nya.

Keenam; al muqit dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha kekal. Allah adalah zat kekal abadi, tidak berawal dan tidak berakhir

Ketujuh; al muqit dipahami bahwa Allah zat yang maha memberi makanan pokok. Allah menyediakan fasilitas dan kemampuan bagi manusia untuk berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya.

Allah berfirman yang artinya; Dan tiadalah segala sesuatupun dari pada makhluk-makhluk yang melata (bergerak) di bumi melainkan Allah jualah yang menanggung resekinya dan mengetahui tempat kediamannya dan tempat dia disimpan. Semuanya itu tersurat di dalam kitab  yang nyata (luh mahfudz) (Qs. Hud;6). Dari ayat tersebut dapat kita simpulkan antara lain; pertama, Allah menjamin rezeki semua makhluk baik manusia, hewan dan seluruh makhluk yang hidup telah ditetapkan rezekinya oleh Allah. Namun manusia tetap diperintahkan untuk berusaha dan bekerja serta berdoa. Kedua,  Allah maha mengetahui keadaan makhluk-Nya. Allah mengetahu dimana makhluknya tinggal, bergerak, hidup, bahkan tempat kembali atau penyimpanannya. Ketiga, segala sesuatu sudah dalam ilmu Allah. Semua ketentuan makhluk telah tercatat dalam luh mahfuz, menunjukkan luasnya ilmu kekuasaan Allah. Keempat, ayat ini menerangkan hati agar tidak berlebihan takut tentang rezeki, selama tetap berikhtiar dan bertawakal pada Allah, reseki itu pasti ada.

Oleh karena itu cara terbaik dalam merefleksikan spirit al muqit adalah sebagai berikut;

Pertama; menyakini sepenuh hati bahwa Allah maha memelihara, Allah maha menjaga dengan penjagaan yang seksama, Allah maha mencukupi kebutuhan atas semua makhluk-Nya.

Kedua; mensyukuri al muqit dengan terus memuji-Nya seraya memperbanyak ucapan alhamdulillahirabbil `alamin, Allah senantiasa memelihara kepentingan dan kemaslahatan hamba-hamba-Nya serta memenuhi segala kebutuhannya

Ketiga; mensyukuri al muqit dengan perbuatannyata diantaranya berusaha memenuhi segala kebutuhan orang-orang yang berada dibawah perlindungan atau perwaliannya. Kita terus beriktiar menjaga diri dan keluarga dari siksaan api neraka, dengan jalan menjadi insan yang bertaqwa.

**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketua DPD BKPRMI Banda Aceh, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *