Sun. Jun 21st, 2026

Oleh Bung Syarif**

Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) kali ini membahas tentang  “Al Ahad”. Dipahami yang maha esa, yang tunggal dan tidak satupun yang menyamai.  Makna al ahad mencakup antara lain;

  • Allah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah
  • Tidak memiliki sekutu, pasangan, anak ataupun tandingan
  • Keesaan-Nya sempurna dalam zat, sifat dan perbuatannya
  • Seluruh makhluk bergantung kepada-Nya, sedangkan Allah tidak bergantung kepada siapapun

Sebagaimana firman Allah yang artinya; “katakanlah Dialah Allah yang maha esa” (QS. Al Ikhlas: 1). Ditempat yang lain Allah berfirman yang artinya Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan; “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga” padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Allah yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang kafir di antaranya mereka akan ditimpa siksaan yang pedih (QS. Al Maidah: 73).

Mereka menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan juga mereka mempertaruhkan Al masih putra Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Allah yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Alla dari apa yang mereka persekutukan (QS. Al Taubat: 31)

Dan bagi tiap-tiap umat telah kami syariatkan penyembelihan (kurban) supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan yang maha esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah) (QS. Al Hajj: 34)

Oleh karena itu disamping kita mensyukuri al wahid kita harus mengembangkan sikap mensyukuri al ahad baik dengan hati, lisan maupun dengan perbuatan, nyata. Karena tulah, cara terbaik dalam merefleksikan al ahad adalah sebagai berikut:

Pertama, mensyukuri al ahad di hati dengan menyakini Allah adalah esa tidak ada duanya, kerena itu Allah harus benar-bener di Esa-kan bukan disekutukan atau di syarikatkan.

Kedua, mensyukuri al ahad dengan lisan dengan memperbanyak ucapan alhamdulillahirabbil `alamin seraya memohon doa agara Allah benar-benar memperteguh keimanan kita untuk senantiasa meng Esakan-Nya.

Ketiga, mensyukuri al ahad dengan perbuatannyata seperti; berserah diri (bertakwakal) pada Allah baik dikala susah dan senang, tidak menyekutukan Allah, tidak menggunakan perantara dukun dalam meminta pertolongan serta meraih ke ridhaan Allah dalam segenap aktivitas kita.

**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketua DPD BKPRMI Banda Aceh, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Fasilitator Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) YaHijau-Unicef, Fasilitator Aksi Bergizi Flower Aceh-Unicef, Direktur Forum Milenial Literasi Aceh

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *