Wed. May 27th, 2026

Oleh Bung Syarif**

Sahabat yang super, kali in Carlie Papa Romeo (CPR) membahas tentang Ar-Raqib. Dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha mengawasi, maha memperhatikan, maha menjaga atas makhluk-Nya, baik aktivitasnya, keadaannya, kebutuhannya maupun segala urusannya. Karna itu mestinya kita merasa aman, tentram karena langsung diawasi oleh Allah.

Allah berfirman yang aritinya; Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang baik. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama Allah kamu saling meminta satu sama lain dan peliharalah hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu (Qs. An Nisa`;1)

Dalam ayat lain Allah berfirman yang artinya; tidak halal bagimu mengawini perempuan-perempuan sesudah itu dan tidak boleh pula mengganti mereka dengan isteri isteri (yang lain), meskipun kecantikannya menarik hatimu kecuali perempuan-perempuan (hamba sahaya) yang kamu miliki, Dan adalah Allah maha mengawasi segala sesuatu (Qs. Al Ahzab;52)

Dan Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)-nya yaitu; “Sembahlah Allah Rabku dan Rabmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah maha menyaksikan datas segala sesuatu. (Qs. Al Maidah; 117)

“Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Qur`an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Rabmu biarpun sebesar semut kecil di bumi ataupun langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak pula yang lebih besar dari itu melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz) (Qs. Yunus; 61).

Mari kita rubah paradigm, tiada pembicaran rahasia antara dua orang, karena yang ketiga adalah Allah,  tiada pembicaran rahasia antara tiga orang karna yang keempat adalah Allah, tiada pembicaraan rahasia empat orang karena yang kelima adalah Allah dan seterusnya.

Oleh karena itu spirit terbaik dalam merefleksikan ar raqib adalah sebagai berikut;

Pertama; meyakini sepenuh hati bahwa Allah senantiasa mengawasi, memperhatikan dan menjaga apa yang akan kita lakukan. Apa yang kita niatkan telah terpantau dalam radarnya Allah. Kalau kita berniat jahat maka tidak luput dari pantauan Allah begitupun sebaliknya. Karna itulah mendorong kita untuk selalu jujur dan amanah

Kedua; mansyukuri ar raqib dengan terus menerus mengucapkan Alhamdulillahi rabbil `alamin, dengan pengawasan Allah kita senantisas berproses menjadi insan terbaik, sehingga menumbuhkan rasa malu untuk berbuat kemaksiatan.

Ketiga; mensyukuri ar raqib dengan perbuatan yata seperti selalu berbuat jujur dan amanah, menjadi insan yang memiliki rasa malu berbuat kemaksiatan, berhati hati dalam perkataan dan perbuatan dan bermuhasabah diri.

**Goresan Pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), Majelis Wilayah KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketua DPD BKPRMI Kota Banda Aceh, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *