Fri. May 15th, 2026

Oleh Bung Syarif**

Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) kali ini membahas sifat Allah Al `Azhim. Dipahmi bahwa Allah adalah zat yang maha agung, maha luhur dan maha besar. Keagungan dan ketinggian Allah dinukilkan dalam  ayat kursi; Allah tidak ada Tuhan (yang berhak disembah selain Allah, Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluknya, tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaannya apa yang ada di langit dan bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa se-izin-Nya. Allah mengetahui apa yang ada dihadapan mereka dan dibelakang mereka, mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apam yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memeliharnya dan Allah maha tinggi lagi maha besar (Qs. Al Baqarah; 255)

Dalam ayat yang lainnya Allah berfirman antara lain sebagai berikut;

“kepunyaan Allah apa yang ada dilangit dan apa yang ada di bumi. Dan Dialah yang maha tinggi lagi maha besar (Qs. Al Syura;4).

“Sesungguhnyadalam penciptaan  langit dan bumi dan pergantian siang dan malam terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang yang berakal” (Qs. Al Imran 190).

“Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar dilaut dengan muatan yang bermamfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air laut, lalu dengan itu dihidaupkan-Nya bumi setelah mati (kering) dan Dia tebarkan didalamnya bermaca-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi (semua itu) sesungguhnya merupakan tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang mengerti “(Qs. Al Baqarah; 164).

“Dan diantara tanda-tanda kebesaran Allah ilah tidurmu pada waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang mendengarka” (Qs. Ar-Rum; 23)

Oleh karena itu cara terbaik dalam merefleksikan spirit  Al `Azhim adalah sebagai berikut;

Pertama; mensyukuri al `zhim dengan cara bersyukur dalam hati, bersyukur dalam lisan dan bersyukur dengan tindakan nyata

Kedua; mensyukuri al `azhim dengan memberbanyak lafadz alhamdulillahirabbil `alamin, semoga Allah memuliakan kita dengan keagungan-Nya.

Ketiga; mensyukuri al `azhim dengan tidankannyata berupa meneladani dan mengukuhkannya dalam sikap berbudi pekerti yang luhur, seperti yang diajarkan oleh Rasulullah, Muhammad SAW. Serta menjadi insan yang teguh imannya, akhlak yang mulia, keberanian dan kebenaran serta kesabaran dalam menghadapi musibah atau ujian.

**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketua DPD BKPRMI Banda Aceh, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *