Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) kali ini membahas tentang “Al Muqtadir”. Dipahami Allah adalah zat yang maha kuasa atau Allah yang memiliki kekuasaan sempurna untuk menentukan dan melaksanakan segala sesuatu. Nama Al muqtadir berasal dari kata qadara yang berarti berkuasa, menentukan atau mengatur. Berbeda dengan al qadir yang menegaskan bahwa Allah mampu melakukan segala sesuatu. Al Muqtadir menekankan bahwa kekuasaan Allah itu mutlak, sempurna dan terlaksana seseuai kehendak-Nya tanpa ada yang dapat menghalangi.
Firman Allah yang artinya;” Di tempat yang penuh kebenaran, di sisi Tuhan yang maha kuasa (Malikin Muqtadir)” (QS. Al Qamar; 55)
Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karena tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, maha kuasa atas segala sesuatu (QS. Al kahfi: 45).
Atau kami memperlihatkan kepadamu (azab) yang telah kami ancam kepada mereka. Maka sesungguhnya kami berkuasa atas mereka (Qs. Al Zukhruf : 42). Dan mereka orang-orang musyrik Mekkah) berkata; “mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) sesuatu mukjizat dari Tuhannya? “Katakanlah; “Sesungguhnya Allah kuasa menurunkan sesuatu mukjizat, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (QS. Al An`am: 37)
Dan Apakah mereka tidak memperhatikan bahwasanya Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah kuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka, dan telah menetapkan waktu yang tertentu bagi mereka yang tidak ada keraguan padanya? Maka orang-orang zalim itu tidak menghendaki kecuali kekafiran (QS Al Isra`: 99).
Makna yang dapat diambil dari al muqtadir antara lain;
- Menyakini bahwa semua yang terjadi di alam semesta berada dalam kekuasaan Allah
- Menumbuhkan rasa tawakal karena Allah mampu mengubah keadaan apapun
- Menghindarkan diri dari sifat sombong, sebab kekuasaan manusia sangat terbatas dibandingkan kekuasaan Allah.
- Memotivasi untuk selalu berdoa dab berikhtiar, karena Allah maha kuasa mengabulkan doa dan memberi jalan keluar.
Karena itulah cara terbaik dalam merefleksikan spirit Al Muqtadir adalah sebagai berikut;
Pertama, mensyukuri al muqtadir di hati dengan menyakini bahwa kekuasaan Allah atas segala yang ada adalah mutlak, tidak ada sandingan, bandingan atau tandingan-Nya.
Kedua, mensyukuri al muqtadir secara lisan dengan memperbanya lafadz alhamdulillahirabbil `alamin, semoga Allah menganugerahi qudrah atau kemampuan kepada kita untuk mengerjakan segala perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya.
Ketiga, mensyukuri al muqtadir dengan perbuatan nyata diantaranya menggunakan kemampuan yang dimilik manusia untuk kemaslahatan ummat, bukan untuk merusak alam sekitar atau berbuat zalim.
** Penulis adalah Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Direktur Forum Milenial Aceh, Direktur Aceh Research Institute, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin.
