Sun. May 31st, 2026

Oleh Bung Syarif**

Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) kali ini membahas tentang “Al Majid”. Dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha mulia, baik mulia zat-Nya, mulia sifat-Nya maupun mulia perbuatan-Nya. Kemuliaan zat Allah pada kesempurnaan eksistensi-Nya, tidak ada yang menyerupai apalagi menandingi-Nya. Kemuliaan sifat Allah mewujud dalam seluruh puncak kebaikan milik Allah. Dan kemuliaan perbuatan-Nya terlihat pada curahan nikmat dan karunia kepada seluruh makhluk-Nya.

Allah berfirman yang artinya; para malaikat itu berkata; “apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? Itu kamu hai ahlul bait! Sesungguhnya Allah maha terpuji lagi maha pemurah” (Qs. Hud; 73).

Sesungguhnya Dialah yang menciptakan (makhluk) dari permulaan dan menghidupkannya (kembali). Dialah yang maha pengampun lagi maha pengasih, yang mempunyai `arsy, lagi maha mulia (Qs. Al Buruj; 13-15).

Sejatinya kemulian yang sesungguhnya hanya milik Allah, sementara kemuliaan yang ada pada selain-Nya atau pada hamba-hamba-Nya sangat tergantung pada seberapa intensif interaksi dan kedekatannya dengan Allah, kedekatan hamba dengan Rab-Nya yang terwujud dalam ketakwaan.

Hai manusia sesungguhnya kami menciptakan laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal (Qs. Al Hujarat; 13).

Hikmah meneladani al majid antara lain;

  • Menjaga kehormatan diri dengan akhlak mulia
  • Memuliakan orang tua, guru dan sesama manusia
  • Menghindari perbuatan yang merendahkan martabat diri orang lain
  • Memperbanyak pujian dan syukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya.

Oleh karena itu, spirit terbaik dalam merefleksikan al majid adalah sebagai berikut;

Pertama; mensyukuri al majid baik bersyukur dengan hati, lisan maupun perbuatan nyata. Mensyukuri dengan hati, kita meyakini sepenuh hati bahwa Allah maha mulia yang kemuliaan-Nya sempurna, tidak ada sedikitpun cela.

Kedua; mensyukuri al majid dengan memperbanyak ucapan alhamdulillahirabbil `alamin, agar Allah senantiasa memuliakan kita.

Ketiga; mensyukuri al majid dengan tindakan nyata seperti selalu berzikir kepada Allah, berperilaku mulia, menjaga tuturkata yang tidak baik dan tidak pantas. Saling menghargai sesama (toleransi).

**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketu DPD BKPRMI Banda Aceh, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *