Fri. Jun 14th, 2024

Oleh Bung Syarif*

Pemuda Kelahiran Meunasah Keumude, Aceh Besar, 17 Agustus 1945 kini genap 78 Tahun. Umurnya seusia hari kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam giat Malam keakbaran bersama Keluarga Besar KNPI Aceh beliau dinobatkan sebagai pelopor Pemuda Aceh, oleh para senior KNPI Aceh. Kepiawaian dan kelincahannya saat masih muda tak diragukan. Tokoh Pendidikan Aceh ini merupakan pendiri Taman Kanak-Kanak Arifa yang beralamat di Jln. Teungku Mohammad Daud Beureueh, Banda Aceh.

Alumnis Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala Aceh ini juga dikenal sebagai organisatoris dan oratoris, karena beliau sebagai orang yang sangat aktif berorganisasi bersama Pelajar Islam Indonesia (PII) hingga menjadi Ketua PW PII Aceh, Ketua Keluarga Besar (KB) PII Aceh dan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonsia (KNPI) Aceh. Beliau juga sukses bertindak sebagai orator dan ahli training di PII, sehingga dari itu, tidak heran jika karir beliau cukup cepat melejit.

Dari guru kelas, karir Malik Raden juga kemudian merambah masuk ke jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) Aceh sebagai staf. Kemudian dalam selang waktu yang tidak begitu lama, beliau dipercayakan sebagai kepala Sub Bagian Humas (hubungan masyarakat) di Kanwil Depdikbud Aceh. Disini beliau juga bertindak sebagai orator di Kawnwil. Sukses menjadi orator Kanwil, beliau kemudian diangkat menjadi Kepala Sub Bagian (Kasubag) Program dan Perencanaan di Depdikbud Aceh. Setelah memiliki pengalaman menjadi Kasubag Program dan Perencanaan di Depdikbud Aceh, rupanya beliau kemudian diberi kepercayaan kembali untuk mejadi Kepala Kantor Depdikbud Langsa Aceh Timur.

Pulang dari Langsa, Malik Raden dipercayakan kembali menjadi Kepala Bagian (Kabag) Perencanaan di Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) Aceh. Dua tahun sebagai Kabag Perencanaan, beliau kemudian hijrah ke Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi Koordinator Administrasi (Kormin) Kanwil NTB.

Di NTB ini beliau giat membangun semangat perubahan dan perbaikan terutama dalam bidang pendidikan bagi masyarakat NTB. Beliau berujar, “Bapak Pendidikan kita Ki Hajar Dewantara telah mengingatkan kita akan pentingnya tri pusat pendidikan yakni keluarga, sekolah,dan  masyarakat, bersatu dalam mengantar peserta didik generasi penerus bangsa agar siap menghadapi masa depan penuh tantangan global.

Beliau juga aktif menulis buku, hingga lahirlah sebuah buku karangan beliau yang berjudul Politisi Kampungan yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo di Tahun 2013. Buku ini isinya cukup sederhana, berisi tentang bagaimana memikat pemilih dan bagaimana orang biasa menjadi luar biasa dalam dunia politik dan celah-celah mencari calon pemilih.

Setelah setahun di Mataram (NTB) beliau pulang kembali ke Aceh untuk memimpin Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) Aceh, sampai lembaga ini bubar karena diberlakukan otonomi daerah di Tahun 2004 silam. Dengan bubar Kanwil Depdikbud saat itu, bukan berarti karir Malik Raden juga akan bubar atau sudah berakhir. Gubernur Aceh Abdullah Puteh yang menjabat saat itu yang ternyata adalah sahabat dan pesaing beliau pada masa pencalonan Gubernur Aceh, menempatkannya sebagai kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat Aceh).

Masa jabatan beliau sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) berakhir tepat di hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI), 17 Agustus di Tahun 2005. Setelah  karir beliau berakhir sebagai PNS, beliau rupanya terinspirasi dari buku yang beliau tulis sendiri, sehingga kemudian beliau mencoba ke jalur politik. Dengan dukungan para guru, Malik Raden pun terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) yang pertama dengan total perolehan suara tertinggi 316.211.362 dukungan. Dengan terpilihnya sebagai senator, Malik Raden pun harus berkantor di Senayan Jakarta. Setelah lima tahun mengabdi sebagai anggota DPD- RI, kemudian beliau dipercayakan sebagai komisaris PT Karakatau Steel, sebuah BUMN yang bergerak di industri baja nasional.

Pak Malik Raden, pengalaman dan kontribusinya terutama dalam dunia pendidikan Aceh sangatlah besar, sehingga di usianya kini sama dengan usia Republik Indonesia ini, masih dipercayakan sebagai pengurus besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Selain itu, beliau juga dipercaya untuk menduduki posisi sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Iskandar Muda Aceh, sebuah yayasan yang memayungi Universitas Iskandar Muda Aceh, Banda Aceh.  Menjadi pengurus besar PGRI dan ketua yayasan pendidikan menjadi kebahagian dan kenangan tersendiri buat beliau, dapat mengingat dan mengenang saat-saat beliau dulu menjadi seorang guru. “Sebagai guru kita dapat menjadi pribadi yang senantiasa berkarya, berkreasi dan berinovasi, sehingga kita dapat berbagi dengan sesama dan juga anak didik kita”, kata beliau sambil mengenang masa-masa beliau saat menjadi guru.

Dalam giat malam keakraban bersama Pemuda Aceh, beliau menyampaikan apresiasinya pada Ketua DPD KNPI Aceh, Bung Aulia Rahman, ST.IA yang luar biasa mengemas acara Pelantikan DPD KNPI Aceh periode 2023-2026 di Anjong Mon Mata. Acara yang berlangsung meriah tanpa di hadiri Pj Gubernur Aceh tentunya tidak mengurangi makna, ungkap Malek Raden. Curhatan Ketua DPD KNPI Aceh di Forum Silaturrahmi dan Malam Keakbaran Pemuda Kamis Malam, 17 Agustus 2023 atas kekecewaannya lantara tidak di hadiri Pj Gubernur Aceh saat pelantikannya dilerainya dengan dingin dan postif oleh Kanda Malek raden. Mari kita tatap masa depan, jangan gara-gara kekurangan satu pakem merusak 99 pakem positif yang ada. Malek Raden memang luar biasa. Disaat sudah senja, masih tetap energik bersama Pemuda Aceh. Ia berpesan kepada Pemuda Aceh “; semoga kalian lebih hebat dari kami dan merasakan perjalanan hidup di usia senja. Beliau layak dinobatkan Tokoh Pemuda Aceh Multi Talenta di masa mudanya. Ia mampu menghadirkan Mbak Tutut dan Meteri dalam giat Kepemudaan di Aceh. Sukses terus Kakanda. Kami bangga pada mu. Takbir

*Goresan Pena Mantan Aktivis`98, Alumni Lemhannas Pemuda Angkatan I, Fungsionaris KAHMI Aceh, Mantan Sekjen DPP ISKADA Aceh, Fungsionaris DPD KNPI Aceh

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *