Fri. Jun 14th, 2024

Oleh Bung Syarif*

Sebelumnya saya telah mengulas sosok pendiri Dayah Terpadu Inshafuddin (DTI) diantaranya Prof. Dr. Safwan Idris, MA, Prof Dr. Azman Ismail, MA, Abu Daud Zamzami. Kini di episode ke-4 saya mengulas sosok Pro Dr. Hasbi Amiruddin, MA.

Beliau dilahirkan di Desa Matang Panyang, Kecamatan Seunuddon, 12 Nopember 1954. Ayahnya bernama Teungku Amir, pekerja bagian Pemerintahan di Kantor Penerangan Kecamatan pada masa pemerintahan Soekarno. Masa kecilnya mengenyam pendidikan Min Panton Labu (1968), PGA Panton Labu (1971), Dayah Tgk. Muhammad Amin Panton Labu (1971), PGAA Lokseumawe (1973), S1 IAIN Ar-Raniry (1981), S2 Institute Islamic of Studies McGill University Canada (1994) dan S3 IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (1999).

Hasbi Amiruddin semasa mudanya sangat produktif menulis diberbagai media. Baik nasional maupun internasional. Ia juga aktif di Persatuan Dayah Inshafuddin sebuah organisasi ulama dayah yang lahir pada 4 Februari 1968. Menjabat sebagai Sekretaris Umum PB Inshafuddin periode 2000-2010, kala itu Ketua Umum PB Inshafuddin dipimpin Drs.Tgk. Ismail. Yakob.

Ketajaman penanya tidak diragukan. Bayak Buku karya beliau dibaca dan dikaji oleh berbagai peneliti baik lokal, nasional dan internasional. Kami juga banyak mendapatkan informasi dari berbagai karya tulisnya diantaranya ; Peran Ulama Dayah Aceh, Kontribusi Dayah Dalam Pengembangan Intelektual di Aceh, Budaya Akademik Dayah, Menata masa depan dayah, Dayah Inshafuddin membina santri melalui konsep Pendidikan Islam Terpadu, Persatuan Dayah Inshafuddin Organisasi Ulama Penjaga Akidah Umat. Serta banyak karya lainnya dalam bahasa Inggris yang kemudian mengantarkannya menjadi narasumber ke luar negeri diantaranya Arab, Amerika, Cina, Korea, Australia dan beberapa negera Eropa lainnya.

 Direktur Lembaga Studi Agama Masyarakat (LSAMA) ini juga terlibat aktif di ICMI Korwil Aceh serta beberapa organisasi lainnya seperti Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Aceh serta Dewan Pakar PB Inshafuddin. Beliau juga acap kali menulis seputra sosok ulama kharismatik Aceh yang teranyar menulis tentang Abu Daud Zamzami “Ulama  Yang Cinta Damai”, Menelusuri Pemikiran dan Kiprah Seorang Ulama Kharismatik.

Membaca karyanya banyak hal kita tahu seputar eksistensi dayah di Aceh. Beliau juga salah seorang Pendiri Dayah Terpadu Inshafuddin (DTI), yang sangat banyak jasanya mengabarkan peran Ulama Dayah di kancah internasional. Saya kira layak dinobatkan sebagai insan yang peduli akan eksistensi Dayah. Karna ketajaman penanya, Dayah Terpadu Inshafuddin mendapat bantuan dari Red Cros Switzerland sebesar 25 Milyar pasca tsunami serta bantuan dari Bule Prancis sebagaimana pengakuan Abu Muhammad Daud Zamzami. Kini beliau tentu tidak selincah saat muda. Setidaknya para pendiri Dayah Terpadu Inshafuddin (DTI) adalah insan yang benar-benar luar biasa. Krue semangat kini DTI sudah berumur 25 Tahun (17 Juli 1998-17 Juli 2023).

Pelaksanaan Milad dan Tasyakur Santri Akhir ke-25 yang berlangsung pada 31 Juli 2023 di Komplek Dayah Terpadu Inshafuddin berlangsung meriah dua orang santrinya lulus di Turki dan Malaysia sementara yang lainnya lulus di berbagai Perguruan Tinggi ternama di Aceh dan Nusantara.

*Penulis adalah Ketua Komite DTI, Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Banda Aceh, Mantan Aktivis`98, Alumni Lemhannas Pemuda Angkatan I, Fasilitator Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) Unicef-YaHijau

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *