Mon. Jul 22nd, 2024

Oleh Bung Syarif*

Pemuda kelahiran 11 Februari 1990 ini bernama Tgk. Nasrul Zahidy, S.Sos. Putra Aceh Besar ini semaasa kecilnya mengenyam pendidikan SD Negeri Ateuk Anggok Tahun 2022 kemudian melanjutkan ke Dayah Terpadu Inshafuddin (DTI) di jenjang SMP dan SMA. Selama mondok 6 Tahun di DTI, Nasrul dikenal anak pendiam. Bakatnya baru muncul setelah mengikuti Pelatihan Kader Dakwah Tingkat Dasar (LKD) ISKADA Kota Banda Aceh, kami pernah menjadi Instruktur saat Nasrul (kecil). Kala itu ISKADA Kota Banda Aceh banyak mencetak kader da`i muda.

Pasca tamat SMA di DTI, Nasrul melanjutkan studinya ke Dayah Mudi Mesra samalanga, Bireun. Basic kemampuan bahasa Arab dan Inggris di DTI  membuat Nasrul mudah beradabtasi di salah satu Dayah Salafiyah (Tradisional) masyhur Aceh. Ia pun semakin memperteguh posisi di sana, masuk dijajaran pengurus Anggota Bahasa Arab dan Inggris di Dayah Mudi Mesra (2010-2012). Kemampuan Kitab Turatsnya diasah disana. Bekal dasar di DTI menjadi pemantik baginya untuk bersaing dengan santri dayah di sana.

Pulang dari Dayah Mudi Mesra, ia mengabdi menjadi guru Dayah Terpadu Inshafuddin, ia fokus melatih kemampuan Pidato santrinya. Dasar ini pula kami dipertemukan kembali setelah lama berpisah.  Saat kami di tugaskan negara menjadi Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh Tahun 2016 kami sering ketemu dalam berbagai event lomba antar santri, baik tingkat Kota maupun tingkat Provinsi Aceh. Tgk Nasrul Zahidy sering kami jadikan official atau pelatih Bakat minat santri dayah. Ia terus mengasah kemampuan kitab turatsnya. Berbagai pelatihan kompetensi Kader Ulama Muda, guru dayah, beliau sering muncul dan masuk nominator jika ada penilaian dari panitia.

Saat Pendidikan Kader Ulama (PKU) yang dilaksanakan oleh MPU Kota Banda Aceh dan MPU Aceh, Tgk Nasrul, S.Sos mendapat juara 1. Sebagai dipahami Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) merupakan lembaga independen yang konsern mencetak kader Ulama mumpuni di bidang kitab turats dan kajian fiqh kontemporer. Orang-orang yang mengikuti PKU adalah tokoh agama yang direkomendasi oleh Himpunan Ulama Dayah (HUDA), Dayah maupun Camat.  Karna peserta PKU dapat berasal dari ormas Islam, dayah dan kecamatan yang dipersiapkan menjadi tokoh ulama muda. Para Juara 1 PKU Tingakt Kabupaten Kota di ikut sertakan pada PKU Provinsi Aceh.  PKU adalah pendidikan bergengsi dan sarat dengan referensi dalam membedah dan mengkaji persoalan keagamaan berdasarkan rujukan kitab turats (kitab gundul).  Tgk Nasrul Zahidy mewakil DTI ungul dilevel Kota saat mengikuti PKU dan akhirnya mengikuti PKU tingkat Provinsi Aceh di Tahun 2021. Beliua akhirnya unggul dari 23 peserta Kab/Kota dimana memperteguh posisi MPU Kota Banda Aceh di peringkat I disusul Tgk Jarjani utusan MPU Kabupaten Aceh Utara sementara Tgk Adrianto meraih juara III utusan MPU Simeuleu.

Ketua MPU Aceh Tgk. Faisal Ali (Lem Faisal) mengatakan Pendidikan Kader Ulama merupakan bagian dari tugas dan kewenangan MPU Aceh selain memberikan fatwa dan tausiyah pada Pemerintah Aceh. Lebih lanjut Lem Faisal mengatakan ada tiga tugas MPU Aceh yaitu; pertama; mengeluarkan fatwa hukum, kedua memberikan tausiah pandangan kepada eksekutif, legislatif dan ketiga; melakukan pendidikan kader ulama.

Adapun presatasi yang diraih Tgk Nasrul Zahidy, S.Sos antara lain; Juara I mengarang dalam bahasa Arab tingkat SMA se-Kota Banda Aceh (2005), Juara I Pidato Kependdudukan Tingkat Provinsi Aceh (2014), Juara I Pendidikan Kader Ulama Kota Banda Aceh ((2020), Juara I Pendidikan Kader Ulama  Tingkat Aceh (2021),  Pelatih Pendidikan Kependudukan Perwakilan Aceh Tingkat Nasional, Juara I Tahun (2013 dan 2014), Pelatih MQK II Tingkat Provinsi Aceh, Juara II (2021), Pelatih Debat PAI Tingkat Provinsi Aceh, Juara I (2021), Pelatih Debat Bahasa Inggris DTI, Pelatih Duta Kamtibmas Provinsi Aceh, Juara II (2021) serta score TOAFL 607 (Mumtaz), 2021. Dengan segudang prestasinya Tgk Nasrul Zahidy, S.Sos diundang ke Istana Presiden Republik Indonesia dalam rangka upacara HUT ke-69 Republik Indonesia.

Kini Tgk, Nasrul Zahidy, S.Sos semakin bersinar, ia dinobatkan sebagai Wakil Pimpinan Dayah Terpadu Ishafuddin, serta terlibat aktif dalam berbagai giat kenegaraan dan diundang sebagai penceramah dimana-mana. Ia pun sering di minta sebagai Khatib Jum`at dan Khatib Idul Fitri dan Idul Adha di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar. Krue semangat gure, sukses terus.

*Penulis adalah Ketua Komite DTI periode 2023-2026, Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Mantan Aktivis`98, Dosen FSH UIN Ar-Raniry, Alumni Lemhannas Pemuda Angkatan I, Fungsionaris KAHMI Aceh, Mantan Sekjen DPP ISKADA Aceh, Mantan Ketua Umum Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *