Mon. Jul 22nd, 2024

Oleh Bung Syarif*

Tahapan Bakal Calon (Balon) Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI 2024 sudah dimulai. Para konstenstan balon DPD RI lagi gencar-gencarnya melaksanakan strategi politik demi memuluskan syahwat politiknya. Berbagai strategi dan manuver politik dilakoni. Program saweu masjid, coffe morning, temu kangen, temu tokoh dan sebagainya terus dilakukan sebagai ajang pencitraan dan pembelajaran politik.

Berbagai spanduk terpampang di pusaran jalan dan tempat-tempat keramaian. Diprediksi awal Tahun 2023 dan memasuki puasa akan banyak spanduk bertuliskan “selamat menjalan Ibadah puasa” serta di bumbuhi berbagai jargon politik. Berdasarkan rilis sementara 34 balon DPD RI utusan Aceh sudah mulai bersafari politik.

Ada yang terbuka ada yang masih malu-malu kucing, hehe. Dominasi wajah baru calon DPD RI utusan Aceh semakin menarik diintip. Wajah lama ada yang pensiun dini, atawa tidak lagi muncul dalam rilis nama sebagai petarung politik jalur DPD RI. Mungkin saja sudah lelah dan butuh energi baru, atawa lompat jalur lewat kanal Partai Politik. Kita Cuma nebak buah mangis, hehe.

Gendang politik itu harus lincah dan konsisten. Jangan terlalu cepat dan jangan lambat. Standar saja dan yang penting konsisten. So jangan lupa stok cuannya harus stabil untuk biaya ngopi dan makan minum timses dan konstituen, kata kang edi.

Dalam konstelasi elit politisi nasional, gendang pencalonan presiden juga sudah mulai tancap gas. Partai Nasdem sudah mencuri star, mengusung Anies Bawesdan, mantan Gubernur DKI Jakarta ke-17 menuju RI satu.

Untuk level daerah, para politisi sudah pasang sabuk pengamanan dan mencari “boarding pass politik” Beberapa politisi sudah mulai tebar pesona menuju panggung 2024. Awal Tahun 2023 merupakan Tahun politik bertegangan tinggi. Publikasi dan pencitraan menjadi penting dalam rangka mengenalkan para calon kepada konstituen sekaligus media komunikasi antara penyelenggara pemilu, peserta pemilu dan masyarakat. media ini juga memberikan peluang bagi masyarakat terhadap Daftar Calon Sementara (DCS).

Menariknya jika kita mengikuti “gendang dan nyayian politik” di berbagai media ternyata tradisi kutu loncat partai politik mewarnai pemberitaan. Tradisi loncat partai merupakan tradisi lama, ini dilakukan karena para caleng yang sebelumnya pernah menjadi Anggota Legislatif ternyata Partainya tidak memberikan ruang baginya untuk mendapat tiket politik, maka mencari partai yang lain. Atau juga Partailamanya sudah terasa panas. Suhu politiknya sudah tidak senafas lagi, hehe.

Tahun 2023 adalah tahun Politik. Demikian hasil diskusi dengan aneuk komunitas peduli demokrasi di Hana Karu Caffe, (29/12/2022). Dipastikan para Anggota DPRA/DPRK yang masih aktif  tak pernah muncul dalam panggung membela rakyat akan ditinggal konstituennya. Apalagi sejak awal dilantik hingga menjelang habis masa, diam dan membisu tak kederangan aktivitasnya diyakini akan tenggelam.

Tahun 2023 dan 2024 para politisi sedang fokus dalam melakukan konsolidasi untuk meraih berkah politik yaitu kursi di parlemen. Meminjam istilah Bung Anas Urba Ninggrum, untuk meraih berkah politik, maka seluruh Kader Partai harus bekerja secara maksimal dan berbudaya luhur dalam setiap kerja-kerja politik. Kerja cerdas, ikhlas dan santum merupakan cara yang mulia. Cara-cara tidak sehat, cendrung memfitnah orang berpeluang meraih kutukan politik alias di benci oleh konstituen.

Untuk itulah menjadi penting agar para caleng Prop/Kab/Kota, Calon DPD RI, Calon Gubernur, Bupati/Walikora harus bertutur kata santun dan memberikan pesan khusus bagi Timsesnya supaya jangan melakukan gaya-gaya barbar dalam perpolitikan. Jika pingin memperoleh berkah politik maka bekerjalah dengan santun dan bermartabat. Hindari permusuhan, dengki dan kueh, kerena sesungguhnya masyarakat Aceh sudah sangat cerdas dalam menentukan pilihannya. Oya masbro, jika para politisi sudah berganti tampilan menuju kesalehan sesaat itu artinya tahun politik sudah mulai jalan. Takbir.

* Penulis adalah Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Banda Aceh, Alumni Lemhannas Pemuda Angkatan I, Mantan Aktivis`98, Fungsionaris KAHMI Aceh, Penggiat Lembaga Bantuan Hukum

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *