Wed. Jul 24th, 2024

Oleh Bung Syarif*

Seperti biasanya pungawa Disdik Dayah Banda Aceh punya tradisi menyapa guru spritual atawa pimpinan dayah Bansigoem Banda Aceh, serta ngobrol santai. Koni Kupi Arabica, tempat mangkalnya Waled Rusli Daud, SHI,M.Ag Pimpinan Dayah Mishrul Huda Malikussaleh . Saya dan lengendaris Saiful Bahri langsung menyapa guru spritual, Waled Rusli Daud, Pimpinan Dayah Mishrul Huda Malikussaleh yang juga Ketua Nahdatul Ulama Kota Banda Aceh.

Sosok yang bersahaja, ramah dan penuh humoris. Bagi saya sosok waled tidak asing lagi. Kami sudah lama saling kenal sejak masih menimba ilmu di Fakultas Syariah IAIN Ar-Raniry. Saat Aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEMAF) Syariah, HMI Banda Aceh dan DPW ISKADA Banda Aceh, BKPRMI NAD, DPD KNPI Banda Aceh dan KNPI NAD.

Sosok Waled Rusli (dulu saya pangil) teugku Rusli Daud. Punya ciri khas rebut mikropon saat muda di forum seminar, Workshop dan diskusi Ormas Islam. Pokoknya saya sering satu forum dengan beliau dan Waled Rusli kala itu masih aktif pada Gerakan Pemuda Anshor, ormas sayap kanan Nahdiyin.

Waktu berlalu, hingga umur kami tidak muda lagi. Kini kami dipertemukan dalam wadah pentadbiran Dayah. Beliau Pimpinan Dayah di Banda Aceh, Angota MPU Kota Banda Aceh, Tim Pansel Majelis Akreditasi Dayah, Ketua NU Kota Banda Aceh, Da`i dan Tokoh Agama Kota Banda Aceh serta Dewan Hakim Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Tingkat Provinsi Aceh dan berbagai jabatan strategis lainnya di sosial kemasyarakatan. Sungguh merupakan suatu kehormatan bagi kami selaku ASN Kota Banda Aceh bisa bertemu dengan masyaikh dari kalangan nahdiyin ini.

Lebih  mudahnya Waled yang dulu, sudah berbeza. Kini beliau sosok yang humoris, tawadhuk, ramah dan salah satu tokoh agama penting di Banda Aceh. Jam terbangnya semakin dahsyat. Sementara saya hanyala Aparatur Sipil Negara biasa, tapi nostalgia kami masa muda masih ingat dalam memorinya Waled Rusli Daud.

Di Koni Kupi Arabica, kami bicara soal pentadbiran dayah. Kami simak curahan isi hatinya, satu persatu diksi yang keluar kami dengar dengan seksama. Beliau banyak menaruh harapan terhadap program pembinan dayah. Program Santri Tahfidz salah satu yang menjadi konsern beliau. Ada banyak petuah berharga dari Waled Rusli. Saat ia menyampaikan satu kondisi yang saya anggap penting, langsung saya konfirmasi pada pejabat teknis yang membidangi. Hasilnya pun terjawab, walau hanya sebatas pemantik ceria. Bagi kami dalam melakukan pentadbiran dayah, tidak boleh ada gesekan dan hati yang terluka. 

Walau saya dibesarkan dalam dua rumah ormas Islam yang besar di nusantara yaitu; Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama, sejak kecil warna perbedaan dialektika saya rasakan. Secara struktural organisasi saya bukan pengurus Muhammadiyah dan bukan pula pengurus Nahdatul Ulama, akan tetapi jalur keluarga ada yang kental dan masuk jajaran elit Muhammadiyah dan ada juga yang terlibat aktif di Nahdatul Ulama. Sementara saya memilih aktif menjadi aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banda Aceh dan Ikatan Siswa Kader Dakwah (ISKADA) yang bermarkas besar di Menara Selatan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Kami terus berikhtiar berjuang bersama-sama. Karna kami sadar betul jika ada hati yang terluka, maka akan ada gelombang badai. Hehe. Intinya kami dengar dan kami sampaikan dengan komunikasi aduhai. Sesekali saya setir konsep beliau yang pernah diajarkan pada kami; “syaiun wa syaiun”. Kata beliau kita tidak boleh menolak semua apa yang ada, lebih baik kita ambil saja, kami lega dan bahagia saat philosofi syaiun wa syaiun ala Waled Rusli Daud. Sukses terus gure, semoga kita selalu dalam lindungan Allah, SWT, Amin. So jangan lupa bimbing kami kejalan yang benar, jika dalam menjalankan tugas kenegaraan keliru. Kami doakan Waled Rusli Daud senantiasa dalam lindungan Allah, Terimakasih atas traktirannya, Koni Kupi Arabica, tempat mangkalnya para masyaikh.

*Penulis Adalah Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Mantan Aktifis`98, Fungsionaris KAHMI Aceh, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry.

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *