Mon. Jul 22nd, 2024

Oleh Irma Sabrina*

Perkembangan digital pada zaman ini terus berkembang sangat pesat sejalan dengan berkembangnya kehidupan manusia. Berbagai kalangan sudah tidak asing dengan digital baik itu kalangan muda ataupun kalangan tua. Salah satu perwujudan digital yang tidak asing lagi bagi masyarakat dewasa ini adalah alat komunikasi yang didalamnya juga sudah include berbagai sosial media, diantaranya adalah internet, instagram, twitter, facebook dan sebagainya.

Begitu banyak manfaat yang bisa diperoleh pada penggunaan sosial media sebagai perwujudannya melalui dunia digital itu sendiri. Diantaranya yaitu dapat mempermudah komunikasi, memperluas jaringan sosial, menambah wawasan ilmu pengetahuan, sampai bahkan dapat mempermudahkan manusia dalam mencari data dan berbagai informasi.

Bersebab perkembangan arus globalisasi semakin maju dan meningkat, membuat budaya barat telah masuk sehingga menggeser segala aspek kehidupan dan bidang ilmu lainnya. Teknologi yang pada hakikatnya memudahkan pekerjaan manusia menjadi semakin pesat saat ini dan membuat hampir tidak ada aspek kehidupan manusia yang bebas dari penggunaan internet.

Sangatlah bagus penggunaan digital internet bagi kalangan remaja, karena sangat mudah menemukan informasi yang dicari oleh pembaca, dengan sangat cepat dan tepat, penggunaan internet itu sendiri tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat terkhusus dikalangan remaja.

Diantara banyaknya maanfaat dari internet, terdapat juga hal hal yang negatif seperti dapat melalaikan, tidak peduli dengan lingkungan, berkurangnya waktu belajar, menggangu Kesehatan, menimbulkan rasa kecanduan, kurangnya komunikasi secara langsung,kurang kreatif, dan banyak lainnya.

Penggunaan digital internet atau biasa digunakan smartphone tentunya tidak terlepas dari dampak positif dan negative, pada remaja perlu adanya pemahaman, pendalaman atau ajaran ajaran agama yang kuat sehingga tidak lalai dan tidak salah dalam penggunaan internet atau smartphone itu sendiri.

Remaja merupakan kaum muda yang sedang mencari jati diri, dalam proses pencarian jati diri tersebut, remaja masih belum dapat menentukan arah yang baik dan benar. Banyak realitas yang kita dapati bahwa dalam pencarian jati dirinya mereka terlanjur menempuh jalan yang salah, sehingga terkait penggunaan internet menjadi salah difungsikan.

Kehidupan remaja terkhususnya santri sering dihadapkan dengan masalah-masalah yang tentunya perlu mendapat perhatian dari semua pihak. Perhatian itu didapatkan dari orang tua, guru, teman dan berbagai pihak lain, sedangkan dilingkungan dayah perhatian itu didapatkan oleh Ustad maupun Ustazah.

Penggunaan digital internet dikalangan dayah merupakan hal yang masih tabu, sedangkan penggunaan internet ini terbilang juga penting. Hal ini menjadi tabu disebabkan pada lingkungan dayah tidak dibenarkan membawa atau menggunakan smartphone. Lingkungan dayah menganggap bahwa internet ini bukan hal yang terlalu penting digunakan.

Penyebab tidak boleh menggunakan smartphone atau handphone di dayah di karenakan dapat melalaikan santri sehingga menghambat proses pembelajaran di dayah itu sendiri. Oleh karena kebijakan dayah adalah tidak dibenarkan menggunakan smartphone maka terjadi hambatan bagi santri dalam memperoleh informasi dan berbagai ilmu pengetahuan. Salah satu solusi yang bisa diambil pada penggunaan internet untuk memperoleh informasi bagi santri adalah adanya fasilitas penggunaan komputer dan internet dilingkungan dayah.

Penggunaan computer dan internet ini tidak lepas dari pengawasan para ustadz dan ustadzah, sehingga penggunaannya tidak melenceng dari aturan-aturan yang sudah dipelajari di dayah. Dengan adanya komputer dan internet santri dapat lebih mudah mengakses informasi yang ingin diketahui. Dan santri juga dapat mengasah kemapuan literasi sehingga hasil tulisannya dapat diakses oleh khalayak ramai. Dan ini menjadi pembuktian bahwa penggunaan internet tidak bisa dipandang selalu negatif karena pada dasarnya internet memiliki keuntungan yang sangat banyak bagi penggunanya termasuk kalangan santri sekalipun.

Sebagai santri yang aktivitasnya tidak terlepas dari berbagai kitab tentunya keterampilan dalam membaca kitab sudah sangat mumpuni. Hanya saja keterampilan tersebut harus dibarengi dengan kemampuan literasi agar kelompok masyarakat awam yang masih sangat asing dengan berbagai literatur Arab juga bisa ikut memahami kandungan kitab tersebut. Oleh karena itu dengan adanya internet diharapkan bisa menjadi jembatan antara ilmu yang ada dari kalangan santri dapat di akses oleh masyarakat awam.

*Penulis adalah Guru Dayah BTRG, peserta pelatihan penulisan ilmiah yang dilaksanakan oleh Disdik Dayah Banda Aceh, 15-17 Agustus 2022 di Hotel Kyriad Muraya Aceh.

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *