Wed. Feb 28th, 2024

Oleh Bung Syarif*

Siapa tak kenal dengan Tuan Guru Abdussomad, Lc, MA, Ph.D, penceramah kondang kaliber internasional ini yang lebih poluler dikenak UAS. Hampir 23 Kab/Kota di Aceh telah dikunjunginya dalam gerakan safari dakwah bersama Ikatan Alumni Timur Tengah. Kehadiran UAS di Aceh tidak terlepas dari peran Umar Rafsanjani (UR).

Sosok UR kami menyebutnya tuan guru. Pimpinan Dayah Mini Aceh ini diyakini sebagai pendekar “Aswaja”. Kami sudah cukup lama mengenal beliau saat mengabdi pada Disdik Dayah Banda Aceh (2016-2021). Bahkan sering meminta nasehat pada tuan guru dalam pentadbiran dayah di Banda Aceh,

Umar Rafsanjani putra Tanah Luas, yang lahir pada tangal 8 Juni 1978. Beliau mengenyam pendidikan non formal di beberapa Dayah ternama di Aceh antara lain Dayah Darusslam Al-Waliyah, Labuhan Haji, Aceh Selatan, Dayah Budi Lamno, Dayah Bustanul Arifin dan Dayah/Pontren Darul Rahmah.

Semangatnya mengembara akan ilmu pengetahuannya tidak diragukan dan ini terbukti pasca meraih gelar sarjana dari Al Azhar, Mesir,  UR melanjutkan Strata Magister pada dua kampus ternama luar negeri yakni S2 Ezzitouna Tunisia dan S2 USM, Malaysia.

UR disamping setia mengawal UAS selama berdakwah di Aceh, ia juga menjadi ayah dan sekaligus guru bagi anak yatim yang mondok di Dayah Mini Aceh. UR juga aktif menjadi pendakwah di Penang, Malaysia. Ia juga sosok Ulama Muda yang aktif diberbagai organisasi sebut saja Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT), Rabhitah Thaliban Aceh (RTA), Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA),  Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD), Komunitas Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI). 

Sosok Umar Rafsanjani (UR) yang menjadi fenomenal, kalau dalam filem India sebut saja Abhisek Patel, Polisi India yang berhasil membawa lari bom demi menyelamatkan ratusan jiwa anak-anak sekolah dari ancaman bom, sementara UR dengan gagahnya mengawal UAS agar nyaman dalam berdakwah.

Kini kami telah menjadi Praja Wibawa, saat bertugas perdana kami meminta dukungan penuh sang pendekar Aswaja. Tugas berat kini kami embat. Memastikan Implementasi Qanun Jinayat berjalan dengan baik di Tanah Rencong. Ada kekuatan besar, saat sang guru UR mendukung maksimal. Mushalla Balai Kota salah satu lahan dakwah beliau, tiap Rabu ba`da Ashar beliau menjadi penceramah tetap di Balai Kota. Kami pun mengabadikan momentum ini, setelah usai tausiah Ashar. Sukses terus gure.

*Penulis adalah Praja Wibawa Kota Banda Aceh, Sekjen DPP ISKADA Aceh, Sekretaris Forum Muda Alumni Lemhannas Aceh

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *