Ming. Agu 16th, 2026

    Banda Aceh- Seperti biasanya para punggawa Dinas Pendidikan Dayah (Disdik Dayah) Banda Aceh sejak 2016 gencar-gencarnya melakukan silaturrahmi dengan Pimpinan Dayah/Pesantren se-Kota Banda Aceh, sejak awal terbentuknya Dinas Pendidikan Dayah. Tradisi ini akan kami lanjutkan ungkap Plt Kadisdik Dayah Kota Banda Aceh, kami awali menyapa Waled Muhibban dan Waled Rusli Daud, ungkap Said Fauzan, S.STP, MA (Jumat,16 Agustus 2026).

    Program Jak Saweu Dayah bagian dari upaya menjalin silaturrahmi  antara Pimpinan Dayah dengan Punggawa Disdik Dayah Kota Banda Aceh yang pada akhirnya akan terjalin sinergisitas dalam penyusunan Program kerja kedepan, Said Fauzan, S.STP, MA Plt Kadisdik Dayah Banda Aceh menyapa sejumlah Pimpinan Dayah di Kota Banda Aceh. Banda Aceh Kota Kolaborasi sangat urgent mendapat dukungan Pimpinan Dayah, ungkap Said Fauzan.


    Lebih lanjut Waled Fauzan, panggilan akrab Said Fauzan di Kabilah Dayah, mengatakan; Jak Saweu Dayah ini terus kita lakukan sekaligus menyulam kembali keharmonisan dengan Para Pimpinan Dayah se-Kota Banda Aceh.  Kami awali menyapa Waled Muhibban (Pimpinan Dayah Mabdaul Ulum Al Aziziyah), Waled Rusli Daud,SHI,M.Ag (Pimpinan Dayah Mishrul Huda Malikussaleh), Tgk. Iskandar (Pimpinan Dayah Liwaul Mukhlisin), Abu Kamaruzzaman (Pimpinan Dayah Darul Amin Al Waliyah). Kedepan seluruh Pimpinan Dayah insya Allah akan kami sapa sambil diskusi santai.

    Gerakan Jak Saweu Dayah ini terus kita lakukan, “kami dengar, lihat, catat dan berjuang” guna menyampaikan harapan dan keinginan pimpinan Dayah di Kota Banda Aceh, ungkap Waled Fauzan yang diamini Jauhari, S.Sos (Kabid Sapras dan Pengembangan Dayah).

    Lebih lanjut Waled Fauzan juga menyampaikan pesan istimewa bahwa Walikota Banda Aceh, Bunda Illiza sangat konsern terhadap pembinaan Dayah kedepan ungkap Plt Kadisdik Dayah Kota Banda Aceh dan juga menjabat Staf Ahli Walikota, karena itu mohon dukungan Abu, Waled, Abati, Tu, Abana, Umi, Tgk Dayah se-Kota Banda Aceh. Semoga kedepan akan terajut kembali harmonisasi antara ulama dan umara, ungkap Waled Fauzan. (CPR)

    By fmla

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *