Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) mengupas tentang Al Sami`. Dipahami sebagai Allah zat yang maha mendengar. Mendengar dan mengabulkan setiap doa-doa hambanya yang memohon kepadanya dengan kelembutan dan ketulusan jiwa. Tentunya dilandasi dengan keimanan dan ketakwaan.
Hal ini dapat dilihat dalam kisah yang dinukilkan dalam al-qur`an’; “dan ingatlan ketika ibrahim meninggikan (mebina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa); “Ya Tuha kami terimalah dari pada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkau maha mendengar dan lagi maha mengetahui (Qs. Al Baqarah; 127).
Ketika isteri Imran berkata; Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang shaleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkay yang maha mendengar lagi maha mengetahui (Qs. Ali Imran;35).
Karena itulah kita harus menyakini setiap doa yang kita panjatkan kepada Allah didengar-Nya. Karna Allah mengetahui segala permintaan doa makhluk-makhluk-Nya. Dan kepunyaan Allah lah segala yang ada di lanngit dan bumi, pada malam dan siang. Dialah yang maha mendegar lagi maha mengetahui. Hal ini mesti kita yakini.
Oleh karena itu jalan terbaik dalam merefleksikan spirit Al Sami` adalah sebagai berikut;
Pertama; menyakini sepenuh hati bahwa Allah pasti mendengar setiap permohonan hamba-hamba-Nya, yang beriman dan beramal shaleh. Keyakinan ini mesti tertancap kuat dihati kita/
Kedua; mensyukuri al sami` dengan memuji-Nya dan memperbanyak ucapan alhamdulillahirabbil `alamin.
Ketiga; mensyukuri al sami` dengan tindakan yang nyata dengan berusaha menjadi insan yang suka mendengarkan. Hal ini tercermin dengan kita memiliki dua telinga dan satu mata serta satu mulut. Ini bermakna kita dituntut untuk senantiasa menderan dan kurangi dosis berkata yang tidak bermamfaat apalagi menyakiti orang lain dengan perkataan kita.
**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketu DPD BKPRMI Banda Aceh
