Fri. May 8th, 2026

Oleh Bung Syarif**

Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) kali ini membahas tentang “Al Mu`iz”.  Dipahami sebagai Allah zat yang maha memuliakan. Allah adalah maha mulia, sumber kemuliaan dan menganugerahi kemulian kepada siapapun dari hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya.

Allah berfirman yang artinya; barang siapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah lah kemuliaan itu semuanya, kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. Dan rencana jahat mereka akan hancur (Qs. Fathir;10)

Engkau muliakan orang siapapun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapapun yang Engkau kehendaki. Ditangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya, Engkau maha kuasa atas segala sesuatu (Qs. Ali Imran;26).

Sesungguhnya kemuliaan manusia terletak pada ketakwaan. Allah berfirman yang artinya; wahai manusia sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal (Qs. Al Hujarat;13)

Ketakwaan ini pula yang diajarkan oleh Allah melalui para rasul-Nya, sehingga Allah berfirman yang artinya; padahal izzah (kemuliaan) itu hanya bagi Allah, rasul-Nya dan bagi oran-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui (Qs. Al Munafiqun;8).

Karna itu jalan terbaik dalam merefleksikan spirit Al Mu`iz adalah sebagai berikut;

Pertama; meyakini sepenuh hati bahwa Allah pasti memuliakan hamba-hamba-Nya, mulia dalam pandangan Allah dan mulia dalam pandangan sesama insan.

Kedua; mensyukuri Al Mu`iz dengan memperbanyak lafadz alhamdulillahi rabbil`alamin. Kita bersyukur kepada Allah atas kemulian yang diberikan kepada hamba-Nya yang bertakwa.

Ketiga; mensyukuri Al Mu`iz dengan cara menjadi pribadi yang taat, baik, tidak sombong, rendah hati serta perbayak ibadah baik ibadah mahdah maupun ibadah ghairu mahdah.

Keempat; mensyukuri Al Mu`iz dengan cara menjadi pribadi yang memuliakan orang lain, menghormati orang tua, guru dan sesama insan. Jujur, amanah. Jika mempunyai kedudukan tawahduk, tidak sombong dan angkuh. Serta mengamalkan zikir dengan membaca lafadz Ya Mu`izz dibaca 40 kali, 100 kali atau sebanyak mungkin sesuai kemampuan setelah shalat fardhu, sepertiga malam (diutamakan) dan saat merasa hina, lemah dan butuh pertolongan.

**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketu DPD BKPRMI Banda Aceh

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *