Tue. Jun 23rd, 2026

Oleh Bung Syarif**

Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) kali ini membahas tentang “As Shamad”. Dipahami Allah adalah zat tempat berlindung, Allah adalah tujuan, Allah adalah zat yang bergantung semua makhluk. Makna tempat bergantung segala makhluk; semua makhluk membutuhkan Allah dalam setiap urusan, sedangkan Allah tidak membutuhkan siapapun. Makna maha sempurna; Allah memiliki kesempurnaan mutlak dalam sifat, kekuasaan, ilmu dan kebijaksanaan-Nya. Makna maha dibutuhkan; saat menghadapi kesulitan, manusia memohon pertolongan kepada Allah, karena hanya Dia yang mampu memenuhi segala kebutuhan.  Makna tidak tergantung pada siapapun; Allah berdiri sendiri, tidak membutuhkan makan, minum, bantuan, maupun dukungan dari makhluk-Nya.

Dalam surat al ikhlas Allah berfirman yang artinya; “Katakanlah; Dia-lah Allah, yang maha Esa. Allah adalah zat yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia. (QS. Al Ikhlas; 2)

Terkandang manusia sangat berlebihan tergantung pada makhluk, misalnya tergantung pada sipulan, minta dukungan agar bertahan dalam jabatan. Lobi sana-sini, pada hal jika kita memahami dengan seksama bahwa berserah dirilah pada Allah atas segala urusan hamba insya Allah hidup ini akan terasa indah. Jika ketergantungan seseorang atawa ketidak mandirian dalam kehidupan kita, maka biasanya ada kegelisahan.

Misalnya tergantung pada orang dalam bekerja, bila dikasih pekerjaan berharap ada sipulan yang mengerjakannya, jika sipulan tidak hadir karena sakit maka syehsyoh, ada orang yang tergantung pada obat-obatan terlarang “narkoba” jika tidak meminumnya maka badan kejang-kejang dan sebagainya.

Oleh karena itu menurut keimanan dalam Islam, tempat berlindung dan bergantung orang beriman hanya Allah saja, bukan pada makhluk. Disinlah pentingnya bermusahabah diri, agar kita mengulang kaji tentang keberkahan mensyukuri as shamad.

Karena itulah cara terbaik dalam merefleksikan spirit as shamad adalah sebagai berikut;

Pertama, mensyukuri as shamad di hati dengan menyakini bahwa Allah adalah segala-galanya bagi kita, Allah adalah tempat mengadu dan meminta pertolongan dalam sujud kita dan Allah sebagai tempat bergantung para makhluk ciptaan-Nya.

Kedua, mensyukuri as shamad secara lisan dengan memperbanyak ucapan alhamdulillahirabbil `alamin dengan harapan menganugerahi hati kita untuk senantiasa bersyukur, dan berharap serta meminta perlindungan hanya kepada Allah saja.

Ketiga, mensyukuri as shamad dengan perbuatan nyata seperti; kita benar-benar menjadikan Allah sebagai tujuan hidup kita, tempat kita mengadu, meminta pertolongan. Makanya hanya Allah-lah yang menjadi tempat kembali, tempat meminta pertolongan dan tempat bergantung bagi seluruh makhluk. Tugas hamba hanyalah berikhtiar dan berdoa, soal hasil akhir serahkan pada Allah. Disini anda paham…hehe?

**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketua DPD BKPRMI Banda Aceh, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Fasilitator Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) YaHijau-Unicef, Fasilitator Aksi Bergizi Flower Aceh-Unicef, Direktur Forum Milenial Literasi Aceh

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *