Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) kali ini mengupas tentang “Al Lathif”. Dipahami Allah adalah zat yang maha lembut, Allah maha halus, Allah maha sensitif, Allah maha peka terhadap permohonan, persoalan, keadaan dan prilaku hamba-hamba-Nya.
Allah berfirman yang artinya; “Allah maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya, Dialah yang maha kuat lagi maha perkasa (Qs. Al Syura;19). Diayat lain Allah berfirman; Apakah kamu tiada melihat, bahwa sanya Allah menurunkan air dari langit, lalu dijadikan bumi itu hijau? Sesungguhnya Allah maha halus lagi maha mengetahui (Qs. Al Haj; 63)
Hai anakku, sesungguhnya jika (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau dilangit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah maha halus lagi maha mengetahui (Qs. Lukman;16)
Al Lathif juga bermakna Allah memberikan pertolongan kasih sayang dan pengaturan hidup dengan cara sangat halus, kadang tanpa disadari manusia. Contohnya Allah memudahka urusan kita tanpa disangka. Allah memahami isi hati kita yang tersembunyi sebagaimana firman Allah yang artinya : Sesungguhnhya Allah maha halus lagi maha mengetahui (Qs. Al Mulk; 14)
Oleh karena itu, jalan terbaik dalam merefleksikan spirit Al Lathif sebagai berikut;
Pertama; menyakini sepenuh hati bahwa Allah maha lembut atas hamba-hamba-Nya. Allah sangat peka terhadap kesulitan, keadaan, keinginan, permohonan dan perilaku kita
Kedua; menysukuri al lathif dengan terus memperbanyak lafadz alhamdulillahirabbil `alamin, agar Allah menjadikan kita lembut hatinya, sehingga dimudahkan kita menerima masukan, saran dan pendapat yang sifatnya membangun.
Ketiga; mensyukuri al lathif dengan tindakan nyata yaitu berusaha menjadi insan yang peka terhadap problem sosial yang terjadi dalam masyarakat.
Keempat; mensyukuri al lathif dengan aktivitas menjadi insan yang lembut dalam bertutur kata, tidak kasar, responsif terhadap kondisi orang lain.
**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketu DPD BKPRMI Banda Aceh, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin
