Sat. May 9th, 2026

Oleh Bung Syarif**

Sahabat yang super, kali ini Carlie Papa Romeo (CPR) mengupas tuntas tentang “Al Bashir”. Dipahami sebagai Allah zat sebagai yang maha melihat. Allah adalah zat yang menyaksikan apapun yang terjadi, sedang dan yang akan terjadi. Semua dibawah pantauan (CCTV) Allah.

Allah berfirman yang artinya; sesungguhnya kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan di dunia, bahkan lebih lagi dari orang-orang yang musyrik. Masing-masing mereka ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya kepada siksaa Allah. Allalh mengetahui apa yang mereka kerjakan (Qs. Al Baqarah;96).

Dan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, kelak akan kami masukkan mereka kedalam surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka didalamnya, mereka mempunyai isteri-isteri yang suci, dan kami masukkan mereka ketempat yang teduh lagi nyaman. Sesungguhnya Allah menyuruh menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan meyuruh kamu apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya kamu memberikan pengajaran yang sebaik-baiknya kepada mu. Sesungguhnya Allah adalah maha mendengar lagi maha melihat (Qs. An Nisak; 57-58)

 Oleh karena itu jalan terbaik dalam merefleksikan spirit al Bashir adalah sebagai berikut:

Pertama; menyakini sepenuh hati bahwa Allah melihat dan mengetahui apapun yang kita inginkan. Apapun yang kita niatkan, ucapakan, dan perbuat sejatinya dalamm kebaikan dan dalam ridha Allah.

Kedua; mensyukuri al bashir dengan terus menerus mengucapkan alhamdulillahirabbil `alamin. Dengan terus memuji-Nya, kita merasa selalu dalam pengawasan Allah. Disaat kesendirian maka Allah yang kedua, disaat berdua, maka Allah yang ketiga dan sebagainya. Allah senantiasa memantau gerak-gerik kita. Dalam kondisi apapun kita senantiasa dalam pengawasan Allah.

Ketiga; mensyukiri al bashir dengan tidankan nyata yaitu berusaha melihat hasil ciptaan Allah dengan mata bathin agar senatiasa bersyukur dan meng-Esakan-Nya. Disamping itu terus berbuat kebaikan sesama manusia. Karna setiap kebaikan yang kita tunaikan akan mengalir pada kita juga nantinya.

**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketu DPD BKPRMI Banda Aceh

Ngaji Asmaul Husna (Episode 27)r

Oleh Bung Syarif**

Sahabat yang super, kali ini Carlie Papa Romeo (CPR) mengupas tuntas tentang “Al Bashir”. Dipahami sebagai Allah zat sebagai yang maha melihat. Allah adalah zat yang menyaksikan apapun yang terjadi, sedang dan yang akan terjadi. Semua dibawah pantauan (CCTV) Allah.

Allah berfirman yang artinya; sesungguhnya kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan di dunia, bahkan lebih lagi dari orang-orang yang musyrik. Masing-masing mereka ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya kepada siksaa Allah. Allalh mengetahui apa yang mereka kerjakan (Qs. Al Baqarah;96).

Dan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, kelak akan kami masukkan mereka kedalam surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka didalamnya, mereka mempunyai isteri-isteri yang suci, dan kami masukkan mereka ketempat yang teduh lagi nyaman. Sesungguhnya Allah menyuruh menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan meyuruh kamu apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya kamu memberikan pengajaran yang sebaik-baiknya kepada mu. Sesungguhnya Allah adalah maha mendengar lagi maha melihat (Qs. An Nisak; 57-58)

 Oleh karena itu jalan terbaik dalam merefleksikan spirit al Bashir adalah sebagai berikut:

Pertama; menyakini sepenuh hati bahwa Allah melihat dan mengetahui apapun yang kita inginkan. Apapun yang kita niatkan, ucapakan, dan perbuat sejatinya dalamm kebaikan dan dalam ridha Allah.

Kedua; mensyukuri al bashir dengan terus menerus mengucapkan alhamdulillahirabbil `alamin. Dengan terus memuji-Nya, kita merasa selalu dalam pengawasan Allah. Disaat kesendirian maka Allah yang kedua, disaat berdua, maka Allah yang ketiga dan sebagainya. Allah senantiasa memantau gerak-gerik kita. Dalam kondisi apapun kita senantiasa dalam pengawasan Allah.

Ketiga; mensyukiri al bashir dengan tidankan nyata yaitu berusaha melihat hasil ciptaan Allah dengan mata bathin agar senatiasa bersyukur dan meng-Esakan-Nya. Disamping itu terus berbuat kebaikan sesama manusia. Karna setiap kebaikan yang kita tunaikan akan mengalir pada kita juga nantinya.

**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketu DPD BKPRMI Banda Aceh

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *