Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang super, Carlie Papa Romoe (CPR) membahas tentang “Al Hayyu”. Dipahami Allah adalah Rab yang maha hidup, sumber kehidupan dan maha menghidupkan seluruh makhluknya. Al hayyu juga dipahami Allah memiliki kehidupan yang sempurna, kekal dan abadi, tidak diawali oleh ketiadaaan dan tidak akan berakhir dengan kematian. Kehidupan Allah tidak tergantung pada apapun, berbeda dengan makhluk yang hidupnya bergantung pada makanan, minuman, , udara dan berbagai sebab lainnya. Allah berfirman dalam Al Qur`an:
“Allah tidak adaTuha selaian Dia. Yang maha hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya)” (Qs. Al Baqarah; 255)
“Adalah Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia yang hidup lagi terus menerus mengurus makhluknya” (Qs. Al Baqarah; 255)
“Alif Laam Miim, Allah adalah sesembahan yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia yang maha hidup lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya” (Qs. Ali Imran; 1-2).
“Dan tunduklah semua maka (dengan berendah diri) kepada Tuhan yang maha hidup lagi senantiasa mengurus makhluk-Nya” (Qs.Thaha; 111)
“Sesungguhnya Allah menumbuhkan butit tumbuh-tumbuhan dan bij buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup (memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? (Qs. Al An`am;95)
Karena sebagai sumber kehidupan, maka hanya Allahlah yang menghidupkan dan mematikan segala yang ada. Oleh karena itu, setiap Rasul-Nya juga mengingatkan umatnya, seperti katakanlah; “hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kitab-kitab-Nya dan ikutilah dia, supaya kamu mendapatkan petunjuk (Qs.Al A`raf; 158).
Dan sesungguhnya Allahlah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan sekali-kali tidak ada pelindung dan penolong selain Allah (Qs. Al Taubah; 116). Katakanlah; “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dan dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan? Maka mereka akan menjawab Allah, maka katakanlah mengapa kamu tidak bertakwa kepada Allah (Qs. Yunus;31)
”Dialah yangb menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada Allahlah kamu akan dikembalikan” (Qs. Yunus; 56).
“Dan sesungguhnyab benar-benar Kami-lah yang menghidupkan dan mematikan dan kami pulalah yang mewarisi” (Qs. Al Hijr;23)
Hikmah mengimani al hayyu adalah sebagai berikut;
- Menyakini bahwa Allah selalu hidup dan tidak pernah mati
- Menumbuhkan rasa tawakal karena Allah senantiasa mengawasi dan mengurus seluruh makhluk
- Mendorong kita untuk mendekat kepada Allah melalui doa dan ibadah.
Karena itulah cara terbaik dalam merepleksikan spirit al hayyu adalah sebagai berikut;
Pertama; mensyukuri al hayyu dengan hati kita lakukan dengan benar-benar menyakini Allah maha hidup, sumber kehidupan dan zat yang menghidupkan segalanya, menghidupkan kita, menghidupkan semangat keberislaman kita, menghidupkan hati kita agar senantiasa mengingat Allah
Kedua; mensyukuri al hayyu dengan lisan kita, dengan memperbayak ucapan alhamdulillahirabbil `alamin, semoga Allah senantiasa memberi hidayah-Nya kepada kita agar senantiasa ketika di dunia ini tetap hidup yang sebenarnya.
Ketiga; mensyukuri al hayyu dengan perbuatan nyata seperti terus beramal shaleh, menghidari dari perbuatan tercela, suka menolong dan memotivasi orang lain agar senantiasa berbuat kebaikan.
**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketua DPD BKPRMI Banda Aceh, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Fasilitator Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) YaHijau-Unicef, Fasilitator Aksi Bergizi Flower Aceh-Unicef
