Mon. May 25th, 2026

Oleh Bung Syarif**

Sahabat yang super, kali ini Carlie Papa Romeo (CPR) membahas tentang “Al Karim”. Dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha mulia lagi maha pemurah dan maha dermawan. Allah dengan kemurahan-Nya selalu menganugerahkan berbagai karunia kepada semua hamba-Nya, baik diminta maupun tidak, baik melimpah ruang maupun ketercukupan, baik keberkahan maupun kesesuaianan dengan keadaan hamba-Nya.

Allah berfirman yang artinya: “Wahai manusia, apakah telah memperdayakanmu terhadap Tuhanmu yang mulia?”  (Qs. Al Infithar;6)

“Aku akan membawa singasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singasana itu terletak didalamnya, iapun berkata; “ ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barang siapa yang bersukur, maka sungguh Dia bersyukur utuk kebaikan dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku maha kaya lagi maha mulia” (Qs al Naml;40)

Dengan karunia yang banyak tak terkira yang kita terima itu, kita hanya dituntun untuk mensyukurinya. Ketika bersyukurpun maka Allah akan menambahi-Nya. Seandainya pun kita kufur maka Allah tetap maha mulia. Allah berfirman yang artinya; jika kamu kafir maka sesunguhnya Allah maha kaya darimu  (tidak memerlukanmu) dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi para hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai kesyukuran itu bagimu (Qs. Al Zumar; 7)

Dengan kemaha murahan-Nya,  Allah telah menganugerahi segala yang dibutuhkan hamba-Nya, oleh karena itu ditempat lain Allah bertanya; “ manusia apakah yang telah memperdayakan kamu berbuat durhaka tehadap tuhan yang maha pemurah?

Oleh karena itu spirit terbaik dalam merefleksikan al karim adalah sebagai berikut:

Pertama; menyakini sepenuh hati bahwa Allah maha mulia lagi maha pemurah yang dengan kemurahan-Nya senantiasa mencurahkan reszeki dan kemaafan kepada hamba-hamba-Nya.

Kedua; mensyukuri al karim dengan terus mengucapkan alhamdulillahirabbil `alamin, semoga Allah senantiasa menganugerahkan kemuliaan dan kedernawanan kepada kita.

Ketiga; mensyukuri al karim dengan perbuatan nyata diantaranya meneladani sifat-sifat kemulian, kemurahan, kedermawanan menjadi pribadi yang memilik rasa kasih sayang kepada sesama, saling membantu bagi orang yang membutuhkan uluran tangan, pribadi yang suka memaafkan orang lain, tidak kikir, suka memuliakan orang lain, bertanggungjawab kepada keluarga termasuk kepada anak-anak dengan memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak, tentunya sesuai kemampuan keuangan.

**Goresan Pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketua DPD BKPRMI Kota Banda Aceh, Aktivsi LBH Darul Misbah

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *