Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) kali ini membahas “Al Khabir”. Dipahami sebagai Allah sebagai zat yang maha mengetahui dengan pengetahuan yag sempurna, baik yang global maupun yang terperinci.
Sebagaimana firman Allah yang artinya : “Dan Dia maha mengetahui lagi maha teliti terhadap segala sesuatu. (Qs. Al An`am; 18)
Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Jadilah, lalu jadilah. Dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Dan Dialah yang maha bijaksana lagi maha mengetahui (Qs. Al An`am; 73).
Demikian juga barang siapa yang dijauhkan adzab daripadanya pada hari itu, maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah keberuntungan yang nyata. Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kepadamu, maka Dia maha kuasa atas segala sesuatu. Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dialah yang maha bijaksana lagi maha mengetahui (Qs. Al An`am; 16-18)
Dan tidak seorangpun yang mengetahui di bumi mana ia akan mati, Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal (Qs. Luqman; 34). Dengan demikian hanya Allah sajalah yang mengetahui hal ikhwan kematian manusia.
Dia tak tercapai oleh segala indra tetapi mencapai segela indera. Dia maha halus dan maha mengetahui (Qs. Al An`am; 103). Sekiranya Allah melapangkan rezeki bagi hamba-hamba-Nya, niscaya mereka akan berbuat semaunya di muka bumi. Tetapi Dia menurunkannya sesuai dengan ukuran yang dikehendaki-Nya, terhadap hamba-hamba-Nya Dia maha mengetahui lagi maha melihat (Qs. Syura;27)
Oleh karena itu jalan terbaik dalam merefleksikan spirit Al Khabir adalah dengan jalan sebagai berikut:
Pertama; menyakini sepenuh hati bahwa Allah adalah zat maha mengetahui dengan pengetahuan yang sempurna, baik secara kuantitas maupun kualitas.
Kedua; mensyukuri al khabir dengan terus memperbanyak lafadz alhamdulillahirabbil `alamin, agar Allah menganugerahi ilmu dan pemahaman kepada kita dan diberi kemampuan untuk mengamalkannya
Ketiga; mensyukuri al khabir dengan tindakan yang nyata yaitu meneladani dan mengukuhkannya dalam kehidupan sehari-hari menjadi pribadi yang teliti, hati-hati dalam segala hal, senafas antara ucapan dengan perbuatan, menjaga keikhlasan, tidak berbuat zalim walau tidak dilihat manusia. Serta dianjurkan berdoa serta berserah diri karena Allah tahu mana yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya.
**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketu DPD BKPRMI Banda Aceh, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin
