Fri. Jun 14th, 2024

Oleh Bung Syarif*

Siapa yang tidak kenal dengan Tgk. Khairizal, SHI. Dikalangan Santri Dayah Terpadu Inshafuddin (DTI) beliau sosok guru dayah yang tegas dan bersahaja. Mengabdi pada DTI sebagai Pengasuh Asrama sejak Tahun 2014 sampai sekarang. Kehidupannya selalu berinteraksi dengan santri dayah. Kandidat Magister Ekonomi Syariah, Pasca Sarjana UIN Ar-Raniry ini.

Masa-masa kecilnya dilalui di Aceh Utara. Suka mengembara Ilmu dari satu dayah ke-dayah yang lain. Riwayat pendidikannya dimulai SD Negeri 1 Baktiya Barat, Aceh Utara (1966-2001), MTS Dayah Terpadu Al Muslimun, Lhoksukon (2001-2004), MAS Dayah Terpadu Al Muslimun Lhoksukon (2004-2007), Dayah Salafiyah Darul Abrar Aceh Utara (2007-2009), Dayah Ma`had Aly Samudera Pase Aceh Utara (2009-2010), Sarjana Ilmu Hukum STAI Al Washliyah Banda Aceh (2010-2014), Mahasiswa Magister Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry (2002 s/d sekarang)

Khairizal yang punya bakat bisnis ini juga menggeluti dunia traveling. Ia asyik memandu wisata, khususnya wisatawan yang berasal dari Malaysia yang berkunjung ke Aceh. Guru pengasuh Hadits pada Dayah Terpadu Inshafuddin ini juga dipercayakan sebagai Wali Kelas SMP DTI sejak tahun 2021 hingga sekarang. Ia juga tercatat sebagai Sekretaris Koperasi/Kantin DTI 2019-2023. Guide Senior Islamic Tourism Aceh-Sabang. Saat ini sedang mendalami  dunia persilatan Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) yang menjadi salah satu program unggulan Unicef-Aceh Hijau.

Di forum pelatihan Fasilitator Pro DAI yang berlangsung sejak tanggal 15-18 di Villa Revirside, Lhoknga Aceh Besar. Khairizal salah seorang peserta teraktif diantara 20 peserta yang dilatih. Ia sosok guru dayah yang disiplin dan penuh “lawak” jika sesekali jurus lawak ia dendangkan dengan logat Aceh yang meusaneut. Ia sangat familiar dengan budaya akademik dayah dan tercatat sebagai Asesor Akreditas Dayah dibawah Dinas Pendidikan Dayah Aceh 2022-2023. Kini ia mendalami materi Disiplin Positif (Dispo) sebagai instrument dalam mewujudkan Dayah Ramah Anak Terintegrasi. Iapun saat presentasi materi salah seorang peserta yang mendapat bonus dari fasilitator utama Pro DAI, Unicef-Aceh Hijau.

Pemuda Kelahiran Aceh Utara, 9 Maret 1989 ini, bercita-cita akan menerapkan Ilmu Disiplin Positif (Dispo) pada dayah-dayah yang ada di Aceh umumnya dan Dayah Terpadu Inshafuddin (DTI) khususnya. Nantinya ilmu yang sudah diterima dari narasumber akan diamalkannya, ungkap Khairizal, pasca rehat dan bincang-bincang santai. Krue semangat sukse terus gure.

*Penulis Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Banda Aceh, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Mantan Aktivis`98, Alumni Lemhannas Pemuda Angkatan I, Fungsionaris KAHMI Aceh, Fasilitator Pro DAI, Dosen FSH UIN Ar-Raniry

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *