Fri. Jun 14th, 2024

Bottom of Form

Oleh Bung Syarif*

Ayunan langkah sang tuan guru M. Abdul Syukur, terasa ringan menuju pada markaz Disdik Dayah Banda Aceh (18/1/2018). Pak Syarif sini merapat, kita kedatangan tamu istimewa ungkap Kadis Pendidikan Dayah Banda Aceh, kala awal berdirinya, Bapak Zahrol Fajri,S.Ag, M.H yang kini menjadi Kepala Disdik Dayah Aceh.

Dari ruang kerja empat persegi, sambil membolak-balek dokumen istrumen survey dayah dan mengulang beberapa nukilan pertanyaan yang nantinya akan disampaikan pada kunjungan episode kelima program Jak Saweu Dayah di awal Tahun 2018. Aku bergegas memenuhi panggilan pimpinan.

Sebagai informasi dapat kami sampaikan pada Tahun 2017 kurang lebih 30 (tiga puluh) episode Progran Jak Saweu Dayah dilaksanakan guna merekam berbagai aktifitas santri dayah. Saya dengan Pak Zahrol Fajri mondar-mandir keliling dayah serta intens berkomunikasi dengan berbagai pejabat teknis sebagai mitra kerja meliputi; Kepala Bappeda Kota, Kadis Pekerjaan Umum, Kakanmenag Kota, Kadisdik Dayah Aceh serta berbagai lembaga lainnya.

Panggilan Pak Zahrol terdengar sayup-sayup. Lalu ku coba lihat, ternyata di meja budar kedatangan tuan guru, beliau adalah orang yang cukup lincah dalam memahami medan pentabbiran tata kelola dayah di Banda Aceh. Ya, cukup lincah…karena disamping bertugas sebagai pejabat Kanmenag Banda Aceh yang membidangi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, beliau juga alumni santri Dayah Moderen Bustanul Ulum, Langsa.

Nama Tuan Guru Abdul Syukur tidak asing lagi di komunitas Dayah. Bahkan beliau juga salah satu dewan hakim MTQ se-Aceh. Beberapa Kabupaten/Kota di Aceh melamar beliau sebagai pelatih MTQ. Disamping itu juga tuan guru berprofesi sebagai ketua PGRI Aceh hingga 2019 menggantikan Bapak Ramli Rasyid, M.Pd.

Kepiawaian beliau dalam menarasikan gagasan sungguh luar biasa. Kami menjadikannya sebagai penasehat utama dalam merumuskan gagasan dibidang pentadbiran dayah.

Bergelar Doktoral bidang Pendidikan Islam ini, juga pernah menjabat sebagai ketua Himpunan Qari-Qariah Propinsi Aceh. Diakhir bincang-bincang kami, beliau mengatakan: “sungguh luar biasa energiknya Disdik Dayah Banda Aceh dalam menjalankan tupoksinya. Nampak dengan jelas warna baru Dayah di Banda Aceh. Geliat perkembangan Dayahpun semakin terasa dengan sentuhan Disdik Dayah Banda Aceh. Kami pun ikut sumringah namun tidak jumawa. Inilah kisah masa lalu saat awal mulanya melakukan pentadbiran dayah di Kota Banda Aceh. Kisah ini menjadi catatan sejarah bagi kami. Sukses terus Tuan Guru. Merawat kerukunan antar umat beragama di Kota Banda Aceh jagonga. Ketua FKUB Kota Banda Aceh ini sangat lincah. Kala itu masakan gulai bebek kolaborasi FKUB Banda Aceh dan BNN Kota Banda Aceh sungguh mantap dan manyok. Menanti pengulangan sejarah. Gulai Itiek kerukunan.

*Penulis Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Banda Aceh, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Mantan Aktivis`98, Alumni Lemhannas Pemuda Angkatan I, Fungsionaris KAHMi Aceh

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *