Thu. Feb 22nd, 2024

Oleh Bung Syarif*

Dengarkan kisah aduhai

Dendang Santri Dayah Terpadu Inshafuddin (DTI) di Pusaran Ibukota

Banyak Wali Santri pingin mondok disana

Namun terbatas fasilitas bilik yang ada disana

Dengarkan kisah aduhai

Dendang Santri Dayah Terpadu Inshafuddin (DTI) di Pusaran Ibukota

Pihak Manajemen DTI terus melakukan strategi pengembangan DTI-nya

Kini DTI semakin qece kata santrinya

Dengarkan kisah aduhai

Dendang Santri Dayah Terpadu Inshafuddin (DTI) di Pusaran Ibukota

M. Farah Aidil Santri DTI yang masih muda balia

Anak Panglima, Darmuda nama orang tuanya

Dengarkan kisah aduhai

Dendang Santri Dayah Terpadu Inshafuddin (DTI) di Pusaran Ibukota

Santi Cilik dan Pinter, jenjang kelas I SMP DTI, diletingnya

Juara I dan senantiasa ramah saat kami menyapanya

Kami bincang-bincang soal apa yang berubah di DTI kini

Ia jawab, ceria tidak ada pemukulan sesama santri senior dan junior disana

Ustad/Ustazahnya baik, ramah serta manis dan ganteng katanya

Jawaban polos santri, satu persatu kami melacaknya

Pasca Giat Pro DAI kami gencar mengadvokasi Dayah Ramah Anak Terintegrasi di DTI-nya

Ruang diskusi dan advokasi kebijakan Dispo terus didendang dengan riang gembira

Agar seluruh santriwan/wati betah mondok disana

*Fasilitator Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI), Ketua Komite DTI, Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Banda Aceh, Mantan Aktivis`98

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *