Fri. Jun 14th, 2024

Oleh Bung Syarif*

Dengarkan kisah aduhai

Dendang Para Penggiat Anti Narkoba di Kota Sejuta Pesona

Kota Sabang dikenal dengan 1000 Benteng Pertahanan Jepang

Dimasa Penjajahan Kolonial Belanda

Dengarkan kisah aduhai

Dendang Para Penggiat Anti Narkoba di Kota Sejuta Pesona

BNN Kota Sabang semakin bergelora

Dalam megadvokasi berbagai komunitas guna memberantas Narkoba

Para Guru, dan Kepala Sekolah di Kumpulkan di Hotel Nagoya Inn

Raker Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba dilingkungan Tendik menjadi locus utamanya

Dengarkan kisah aduhai

Dendang Para Penggiat Anti Narkoba di Kota Sejuta Pesona

Tuan Supriadi ST pawang pelaksananya

Alumni Teknik Kimia USK yang gagah perkasa

Meniti karir perdananya di BRI tercinta

Pada Akhirnya Lulus ASN di Dinas ESDM Aceh Selatan awal karir ASN-nya

Meniti karir di BNN Sabang pilihan nasab birokratnya

Sejak 2016 hingga sekarang terpaut hatinya

Berbagai diklat teknis diikutinya

Diklat Analisis Inteligen menjadi andalanya

Dengarkan kisah aduhai

Dendang Para Penggiat Anti Narkoba di Kota Sejuta Pesona

Kami diberikan berbagai menu nusantara

Mulai menu serba ikan hingga kopi arabica

Menu terakhir, Bandrex dan gorengan benteng pertahanan Jepang

Di Ie Mele Sabang, menu yang bebas narkoba

Krue semangat kami haturkan

Buat Kombes Hasnanda dan Pawang BNN Sabang (Kang Supriadi)

Berpenampilan mirip pasukan Jepang Blasteran

Akan tetapi jiwa dan semangatnya Bak Raja Naga Sakti

Bandrex tepi laut Samudera Hindia-Selat Malaka, kami berdendang ria

*Goresan Pena Penggiat Anti Narkoba, Alumni Lemhannas Pemuda Angkatan I, Dosen FSH UIN Ar-Raniry, Mantan Aktivis`98

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *