Thu. Feb 22nd, 2024

Oleh : Bung Syarif *

kamu adalah umat pilihan yang telah dilahirkan untuk seluruh manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah kemungkaran, lagi pula kamu beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli kitab itu beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; diantara mereka ada yang beriman sedang sebagian yang lainnya fasik. Dasar ini pula Ayahanda A. Rahman Kaoy (sesepuh dan tokoh senior) Ikatan Siswa Kader Dakwah (ISKADA), mencetus gagasan perlu adanya Organisasi Dakwah yang mencetak kader pemimpin masa depan. Lembaga terseut diberi nama ISKADA. Mencermati ayat diatas, sudah menjadi kewajiban bagi ISKADA sebagai salah satu lembaga yang bergerak dibidang pengkaderan untuk senatiasa mencetak kader keummatan yang mampu mewarnai nilai-nilai keislaman dalam segenap aktifitasnya.

Cikal bakal lahirnya ISKADA berwal dari Latihan Pidato Darussalam (LAPIDA) yang dilaksanakan oleh Mahasiswa IAIN Ar-Raniry, Unsyiah dan Pante Kulu (1965 s/d 1969) dibawah binaan Drs.H.A.Rahman Kaoy (saat itu beliau dosen Fak.Dakwah). Selanjutnya berubah menjadi Lembaga Dakwah Dewan Mahasiswa IAIN Ar-Raniry (LDDMI), saat itu kondisi pelajar di wilayah Kodya Banda Aceh terjadi krisis moral, serta sering terjadi tawuran antar pelajar.

Mencermati realitas kehidupan pelajar di Kota Banda Aceh kala itu, maka teman-teman LDDMI mencoba merangkul OSIS untuk melakukan aktifitas yang bernuansa islami seperti; Latihan Pidato, Kajian Keislaman serta aktifitas dakwah lainnya kurang lebih 6 bulan dengan kosentrasi memantapkan nilai-nilai aqidah. Setelah 6 bulan kemudian kader yang telah dibina dalam wadah LDDMI mencoba membuat sebuah organisasi dakwah yang akhirnya pada taggal 1 Muharam 1393 H bertepatan 5 Februari 1973 M disepakati namanya menjadi ISKADA (Ikatan Siswa Kader Dakwah).

Adapun pendiri ISKADA antara lain; Tgk. Abdullah Ujong Rimba (Ketua MUI Aceh), Drs. A.Rahman Kaoy (Dosen Dakwah), Prof.Ali Hasyimi (Gubernur Aceh), Drs. Tgk. H, Zaini Bakry (Bupati Aceh Besar), Drs. H.Ismuha, SH (Rektor IAIN Ar-Raniry),Prof.DR. M.Ali Basyah,MBA (Rektor Unsyiah), Drs.Akfa,MA (Kakanwil Depaq), Drs. Saad Idrus (Kakanwil Depdiknas), Abdullah Madani (Ketua DPRD Tk.I Aceh), H.Suhadi (POLDA Aceh),Tgk. Soufyan Hamzah (Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman).

Cita-cita ISKADA antara lain.

Tentunya kehadiran ISKADA sebagai Ormas Islam memiliki 5 cita-cita diantaranya: pertama mewujudkan ummat yang berbasis dakwah, kedua: menjadikan dakwah sebagai gerakan ummat dan pembangunan, ketiga; menjadikan tauhidullah sebagai basis gerakan dakwah, keempat: menjadikan masjid sebagai basis gerakan dakwah dan kelima: menjadikan ISKADA sebagai laboratorium mencetak kader pemimpin Aceh.

Dalam konteks ini pula Ayahanda A.Rahman Kaoy selaku ini siator lahirnya ISKADA pada tahap awal merekrut siswa berprestasi di SMP dan SMA se-Kota Banda Aceh untuk dilatih retorika speak dalam kegiatan pentrainingan ISKADA. Dasar ini pula pola kaderisasi pada waktu itu yang dikenal dengan Latihan Kader Dakwah (LKD) menjadi pola training permanen pada ISKADA yang kemudian di formalkan oleh alm. Sofyan Zakaria (Kader ISKADA) angkatan 28 yang juga Presiden Mahasiswa IAIN Ar-Raniry . Format pengkaderan yang disusun oleh Alm. Sofyan Zakaria menjadi acuan formil, dalam setiap jenjang pengkaderan kala itu.

ISKADA terus bermetamarfosis dengan jenjang struktur organisasi yang diatur dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Awalnya ISKADA hanya satu yang berpusat di Masjid Raya Baiturrahman, akan tetapi sejak Tahun 2000, jenjang organisasi ISKADA terdiri dari Pengurus Wilayah ditingkat Propinsi dan Pengurus Cabang di tingkat Kabupaten/Kota. Sejak 2003 nomenklatur ISKADA berubah struktur organisasinya dengan lahirya Pengurus Besar yang menjadi Organ tertinggi, akan tetapi pada Mubes ketiga nomenklatur Pengurus Besar (PB) berubah menjadi Dewan Pengurus Pusat (DPP) hingga jenjang Mubespun diganti menjadi Muktamar pada Forum itu. Hingga Muktamar ke empat pada Tahun 2017 Nomenklatur ISKADA terdiri dari Dewan Pengurus Pusat (DPP), Dewan Pengurus Wilayah (DPW), Dewan Pengurus Cabang (DPC) serta Dewan Pengurus Komisariat (DPK).

Kader Terbaik ISKADA

Sejalan dengan perkembangan Zaman, ISKADA telah banyak mencetak kader pemimpin Aceh sebut saja alm. Drs. Amri Arsyad, M.Pd, Drs. Anwar Ibrahim, M.Sc, Dr. Muhammad Yassir Yusuf, MA (Fakar Ekonomi Syariah), Subhan M. Isa, MA (Akademisi), DR. A. Mufakkir Muhammad, MA (Fakar Ilmu Al-Qur`an), Ahsan Jass, M.Eg (Fakar Irigasi), Nasir Jamil, M.Si (Politisi Nasional), M. Reza Fahlevi (Politisi), Farid Nyak Umar (Ketua DPRK Banda Aceh). Dr. H. Muhammad Haikal, MM (Akademisi), Umar Ismail, S.Ag (Da`i Kondang), Bahagia Hadi, S.Pd.I, MA (da`i kondang), Syauqi A.Madjid, S.Ag (da`i/pelatih qiraatil qur`an), Ir. Tarmizi A.Karim, M.Sc, Naimah Hasan, MA (Tokoh Perempuan) Drs.Baharuddin AR, M.Si (Akademisi), Tgk Agusri Syamsuddin, MA (Imam Masjid Uni Emirat Arab), Dr. Rahmadon, M,Ed (Dosen USM), Rizki Sopya (Pengiat LSM), Tgk Nasrul Zahidy (Ulama Muda), Dr. H. Iqbal, M.Ag (Kanwil Agama Aceh), Tgk. H. Abrar Zym, S,Ag, M.H (Kanmenag Banda Aceh), Edi Fadhil, SH (Aktivis Sosial/Birokrat), M. Alkaf, M.Si (Dosen Unsam),  Sayed Muhammad Husen (Aktivis Waqaf), Azwir Nazar (Pendiri Cahaya Aceh), Ariel Kahari (Penyiar TVRI), Rais Sa`adi. SH (Penyiar RRI), Mubashirulah, Lc, M.Ag (Pendakwah), Rubama Muhammad (Pengiat Wisata Gampong Nusa), Erwin Siddiq, SH (Diplomat RI-AS) serta banyak kader terbaik lainnya baik dalam berbagai profesi seperti; pengusaha, pendakwah, LSM, Politisi serta Kader ISKADA muda lainnya yang kini menuntut Ilmu di Eropa dan Timur Tengah.

*Penulis adalah Mantan Sekretaris Jendral DPP ISKADA Aceh, Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Banda Aceh, Sekretaris Forum Muda Lemhannas Aceh, Direktur Aceh Research Institute (ARI)

By fmla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *