Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang super kali ini Carlie Papa Romeo (CPR) membahas tentang “Al Akhir”. Dipahami adalah Allah zat yang maha akhir, tidak berkesudahan alias kekal abadi. Ini bermakna antara lain sebagai berikut:
- Allah tetap ketika seluruh makhluk telah binasa
- Tidak ada sesuatu pun yang datang setelah Allah dalam arti keberadaan-Nya berakhir, Allah kekal selamanya
- Segala urusan dan keputusan pada akhirnya kembali pada Allah.
Hal ini berdasarkan firman Allah yang artinya: “Dialah yang awal dan yang akhir, yang zhahir dan yang batin dan Dia maha mengetahui segala sesuatu” (QS. Al Hadid:3)
Jadi al akhir mengajarkab bahwa hanya Allah yang kekal, sedangkan semua makhluk memiliki akhir dan akan kembali pada-Nya.
Sahabat yang super, kemenangan itu di akhir. Jika akhir perjalanan karirmu banyak dimusuhi bawahan, kolega, maka percayalah kamu orang yang rugi. Renungkalah kenapa itu terjadi? Apa karna saat berkuasa terlalu egois, sombong, angkuh dan selalu bilang akulah…, karena itu sebelum terlambat stop “aku ini dan itu”. Jangan andalkan beking ini dan itu. Semua akan sirna. Tidak ada yang abadi, kita berawal dari sesuatu yang tiada dan kembali pada ketiadaan. Yakinlah bahwa yang kekal hanyalah Allah. Perbayaklah Amal jariah sobat. Sekali lagi stop keangkuhan, kesombongan.
Syahdan, karena itu sebagai orang yang beriman, sudah selayaknya kita mengembangkan akhlak mencukuri al akhir dengan hati, lisan dan perbuatan. Oleh karena itu cara terbaik dalam merefleksikan al akhir adalah sebagai berikut:
Pertama, mensyukuri al akhir di hati dengan menyakini bahwa Allah adalah zat yang maha akhir, zat yang maha kekal abadi
Kedua, mensyukuri al alkhir dengan lisan dengan memperbanyak ucapan alhamdulillahirabbil `alamin dan memuji dengan asma-Nya. Dengan memuji al akhir semoga kita dianugerahi iradah dan inayah untuk mengerjakan segala titah-Nya dan menjahui segala larangan-Nya, sehingga memperoleh kebahagiaan yang tanpa akhirnya atawa kekal abadi.
Ketiga, mensyukuri al akhir dengan perbuatan nyata diantaranya; berusaha semaksimal mungkin menjadi pemula kebajikan, perintis ide-ide cemerlang untuk kemaslahatan umat. Insan yang selalu menjadi nomber wahid dalam memberika suri tauladan, cakap dan bikin serupa. Jangan menjadi insan yang cakap dan bikin tak serupa.
**Penulis adalah Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Direktur Forum Milenial Literasi Aceh, Direktur Aceh Research Institute, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Wali Santri Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB), Fasilitator Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) YaHijau-Unicef, Fasilitator Aksi Bergizi Flower Aceh-Unicef

