Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mendorong Duta Generasi Berencana (GenRe) Kota Banda Aceh tidak hanya menjadi figur inspiratif bagi kalangan remaja, tetapi juga mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam menyuarakan kebutuhan generasi muda serta merancang pembangunan kota ke depan.
Hal tersebut disampaikan Illiza saat menghadiri penobatan Duta GenRe Kota Banda Aceh Tahun 2026 di Taman Putroe Phang, Banda Aceh, Sabtu 22 Agustus 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pemilihan Duta GenRe Kota Banda Aceh Tahun 2026 yang digelar sebagai wadah pembinaan remaja agar berkarakter, mampu merencanakan masa depan, serta terhindar dari berbagai perilaku berisiko.
Illiza menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya para Duta GenRe sekaligus mengapresiasi kemampuan para peserta dalam memahami substansi program GenRe. Menurutnya, program tersebut penting karena menyentuh berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda, mulai dari penyalahgunaan Napza, HIV/AIDS, pergaulan berisiko, hingga perkawinan anak.
“Dengan adanya program ini mereka memahami bahwasanya mereka harus membuat perencanaan. Yang pertama bagaimana pendidikan mereka itu harus berkualitas, kemudian bagaimana mimpi mereka untuk bisa merebut pekerjaan, kemudian bagaimana tetap persoalan jodoh. Dan ini direncanakan dengan sangat baik,” ujar Illiza.
Menurutnya, Duta GenRe menjadi ruang pembelajaran bagi remaja untuk mengembangkan kapasitas diri, tidak hanya dari sisi pemahaman terhadap program kependudukan dan pembangunan keluarga, tetapi juga kemampuan komunikasi dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjadi generasi yang siap menghadapi masa depan.
Para Duta GenRe, lanjut Illiza, dibekali berbagai kemampuan, termasuk public speaking, pengetahuan, serta keterampilan menyampaikan pesan kepada lingkungan sebayanya. Peran tersebut dinilai penting karena pesan tentang pembentukan karakter dan pencegahan perilaku berisiko akan lebih efektif ketika disampaikan dengan bahasa yang dekat dengan kehidupan remaja.
“Kita tahu anak-anak muda kalau yang sampaikan oleh orang-orang yang sudah dewasa, orang tua, kadang-kadang tidak sampai, mereka tidak paham. Tapi dengan bahasa-bahasa anak muda, ketika anak muda yang menyampaikan, pesan ini akan lebih mudah dipahami,” katanya.
Karena itu, Illiza berharap para Duta GenRe mampu menjadi inspirasi sekaligus agen perubahan bagi remaja di Kota Banda Aceh. Mereka diharapkan aktif mengajak teman-teman seusianya untuk menjauhi NAPZA, pergaulan bebas, dan berbagai perilaku berisiko yang dapat menghambat pendidikan, masa depan, serta kualitas kehidupan mereka.
Lebih jauh, wali kota menyampaikan keinginannya agar para Duta GenRe ke depan dapat dilibatkan dalam proses pembangunan Kota Banda Aceh. Keterlibatan tersebut, kata Illiza, penting untuk memastikan kebijakan pemerintah juga mempertimbangkan perspektif dan kebutuhan generasi muda.
“Harapannya nanti mereka, para duta ini juga bisa kita libatkan di dalam peran Kota Banda Aceh, dalam membuat perencanaan kota ke depan. Sebetulnya program apa yang memang dibutuhkan dari para anak-anak muda kita ke depan, sehingga bisa ada sinergi antara pemerintah dengan para anak muda,” ujarnya.
Dalam penobatan tersebut, Cut Jihan Sherana Amanda dinobatkan sebagai Duta GenRe Putri Kota Banda Aceh Tahun 2026, sementara T M Firman Farza sebagai Duta GenRe Putra Kota Banda Aceh Tahun 2026. Keduanya bersama para Duta GenRe lainnya diharapkan mampu menjalankan peran edukatif dan inspiratif di tengah masyarakat serta menjadi bagian dari upaya bersama membangun generasi muda Banda Aceh yang berkualitas, berkarakter, dan mampu merencanakan masa depannya.
Kegiatan yang difasilitasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh tersebut turut dihadiri Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah ST, Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Safrina Salim, para kepala OPD, dewan juri, peserta Duta GenRe, serta unsur terkait lainnya. (CPR)
