Sosok perempuan paruh baya ini, memiliki cita-cita menjadi guru ngaji Taman Pendidikan Al-Qur`an (TPQ). Putri sulung Ibnu Hasyim ini merupakan Lulusan Dayah Darussalam Al Waliyah, Labuhan Haji, Aceh Selatan. Selama mondok di Darussalam Ida dikenal sosok Santri yang gemar beribadah ungkap kakak Letingnya Umi Ratna, Istri Abi Wahyu Mimbar, M.Ag Pimpinan Dayah Darussalam Al Waliyah. Mengenyam pendidikan di Dayah Darussalam Al Waliyah Tahun 2001 dan Keluar 2006. Selanjutnya merantau ke Malysia cari pengalaman hidup selama 2 Tahun. Lalu pulang lagi ke Meunasah Mayang, Aceh Besar dan melanjutkan kuliah di Fakultas Tarbiyah UIN Ar-Raniry Tahun 2008 dan selasai Tahun 2013
Semasa kuliah Ida menjadi salah satu Ustazah di TPQ Baitussalihin Ulee Kareng (2011 hinga 2020). Kecintaannya pada Santri TPQ ini membuat ia disenangi anak-anak. Kemudian Ida mengabdikan diri membangun TPQ di kampung halaman, TPQ Babussalam Lam Ujong sejak Tahun 2021. Awalnya santri TPQ ini berjumlah 37 orang dan 9 orang ustadz/ustazah.
Manajemen Tata Kelola TPQ belum berjalan. Pelan tapi pasti Ida berikhtiar membawa haluan baru. Mewujudkan TPQ Babussalam Lam Ujong menjadi role model TPQ di Aceh Besar. Kegigihannya akhirnya TPQ ini disulap manajemen tata kelolanya. Tentunya Ida tidak sendiri disana. Dibantu teman-teman/dewan guru sehingga TPQ Babussalam Lam Ujong kini semakin diminati Wali Santri. Saat ini total Santri berjumlah 310 orang dan guru 58 orang.
Ida dikalangan kampus UIN Ar-Raniry di kenal dengan sebutan Dila. Ia juga menjadi salah seorang Guru Dinyah di MIN 5 Ulee Kareng (2014-2020), lalu hijrah mengajar Diniyah di MIN Model Banda Aceh (2023 hingga sekarang). Cita-Cita Dila adalah mencetak qenerasi Qur`ani sejak dini. Disekolahnya Ida sangat dicintai murid-muridnya ungkap koleganya. Krue semangat Dila menemukan panggung utamanya di TPQ dan MIN Model Banda Aceh dan TPQ Babussalam Lam Ujong. Para Wali Santri juga sangat enjoy berkomunikasi dengan Ida. Sukses terus ustazah unkap Fadil salah satu Santrinya yang gemes..hehe (Red)
